Konten dari Pengguna

Dari Pertumbuhan ke Pemerataan: Arah Baru Pembangunan Ekonomi Indonesia

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Yusiana Agustin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dokumentasi pribadi pendidikan Sebagai Jembatan Untuk Menuju Indonesia Tumbuh Ke Pemerataan
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi pribadi pendidikan Sebagai Jembatan Untuk Menuju Indonesia Tumbuh Ke Pemerataan

Dari Pertumbuhan ke Pemerataan: Arah Baru Pembangunan Ekonomi Indonesia

Pertumbuhan ekonomi sering kali menjadi salah satu ukuran utama keberhasilan pembangunan. Ketika Produk Domestik Bruto (PDB) meningkat, konsumsi masyarakat bergerak, investasi tumbuh, dan aktivitas produksi semakin berkembang, pembangunan seolah menunjukkan arah yang positif. Namun, pertumbuhan ekonomi tidak hanya berbicara mengenai seberapa besar ekonomi tumbuh, tetapi juga mengenai siapa yang memperoleh manfaat dari pertumbuhan tersebut.

Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,29 persen secara tahunan pada triwulan II 2026. Bahkan, ekonomi Indonesia pada semester I 2026 tumbuh 5,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Data tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi nasional tetap memiliki daya tahan di tengah berbagai perubahan ekonomi global. ([Badan Pusat Statistik Indonesia][1])

Namun, angka pertumbuhan tersebut perlu dilihat bersama dengan persoalan pemerataan. Badan Pusat Statistik mencatat Gini Ratio Indonesia pada Maret 2026 sebesar 0,368. Angka tersebut memang lebih rendah dibandingkan Maret 2025 yang mencapai 0,375, tetapi meningkat dibandingkan September 2025 yang berada di angka 0,363. Artinya, dinamika ketimpangan masih menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan dalam pembangunan ekonomi. ([Badan Pusat Statistik Indonesia][2])

Di sinilah arah pembangunan ekonomi Indonesia perlu terus diperluas: dari sekadar mengejar pertumbuhan menuju pertumbuhan yang mampu menciptakan kesempatan ekonomi secara lebih luas. Pertumbuhan ekonomi akan memiliki makna yang lebih kuat apabila tercermin dalam peningkatan kualitas pekerjaan, pendapatan masyarakat, akses pendidikan, pelayanan kesehatan, infrastruktur, serta kesempatan bagi masyarakat di berbagai daerah untuk mengembangkan kegiatan ekonominya.

Pertumbuhan Harus Menciptakan Kesempatan

Salah satu persoalan penting dalam pembangunan adalah kualitas pertumbuhan. Ekonomi yang tumbuh tetapi sebagian besar kesempatan kerja yang tercipta berada pada aktivitas dengan produktivitas dan pendapatan rendah akan menghadapi tantangan dalam memperluas kelas menengah.

World Bank menilai bahwa pertumbuhan Indonesia perlu didukung oleh peningkatan produktivitas dan penciptaan pekerjaan yang lebih baik. Dalam laporan mengenai pertumbuhan dan pekerjaan di Indonesia, World Bank menyoroti bahwa penciptaan lapangan kerja masih banyak terkonsentrasi pada kegiatan bernilai tambah rendah sehingga peningkatan produktivitas dan keterampilan menjadi agenda penting. ([Bank Dunia][3])

Karena itu, pembangunan ekonomi tidak cukup hanya menciptakan lebih banyak pekerjaan. Yang juga penting adalah menciptakan pekerjaan yang produktif, memberikan penghasilan yang layak, serta membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

Pemerataan Tidak Berarti Menghentikan Pertumbuhan

Pemerataan dan pertumbuhan bukanlah dua tujuan yang harus dipertentangkan. Justru keduanya dapat saling memperkuat. Ketika masyarakat memiliki akses yang lebih luas terhadap pendidikan, keterampilan, pembiayaan, teknologi, dan pasar, kapasitas produktif masyarakat juga dapat meningkat.

Pemerataan pembangunan juga perlu memperhatikan kesenjangan antarwilayah. Pada triwulan II 2026, Pulau Jawa masih memberikan kontribusi sebesar 56,47 persen terhadap struktur ekonomi Indonesia. ([Badan Pusat Statistik Indonesia][1]) Angka tersebut menunjukkan besarnya peran Jawa dalam perekonomian nasional, sekaligus menjadi pengingat bahwa pengembangan pusat-pusat ekonomi di luar Jawa tetap penting agar sumber pertumbuhan semakin tersebar.

Pembangunan infrastruktur, hilirisasi, penguatan UMKM, digitalisasi ekonomi, pengembangan industri daerah, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat menjadi bagian dari upaya memperluas pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Kebijakan yang Berpihak pada Produktivitas Masyarakat

Pemerataan ekonomi pada akhirnya membutuhkan kebijakan yang tidak hanya bersifat redistributif, tetapi juga produktif. Masyarakat perlu diberikan kesempatan untuk meningkatkan kapasitas ekonominya.

Pendidikan dan pelatihan kerja menjadi salah satu fondasi penting. Begitu pula dengan kemudahan akses pembiayaan bagi UMKM, penguatan ekonomi daerah, pembangunan infrastruktur yang menghubungkan sentra produksi dengan pasar, serta pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas akses masyarakat terhadap kegiatan ekonomi.

World Bank juga menekankan pentingnya reformasi produktivitas, peningkatan kualitas pekerjaan, serta penguatan keterampilan untuk menjaga momentum pertumbuhan Indonesia dalam jangka panjang. ([Bank Dunia][4])

Dengan demikian, keberhasilan pembangunan seharusnya tidak hanya dilihat dari pertumbuhan PDB. Indikator seperti kualitas pekerjaan, tingkat kemiskinan, ketimpangan, produktivitas tenaga kerja, akses pendidikan, dan perkembangan ekonomi daerah juga perlu menjadi bagian dari ukuran keberhasilan pembangunan.

Dari Angka Pertumbuhan Menuju Kesejahteraan

Tantangan pembangunan Indonesia ke depan bukan semata-mata bagaimana membuat ekonomi tumbuh lebih tinggi, tetapi bagaimana memastikan pertumbuhan tersebut menghasilkan manfaat yang lebih luas.

Pertumbuhan ekonomi adalah mesin pembangunan. Namun, pemerataan menentukan seberapa luas manfaat dari mesin tersebut dapat dirasakan masyarakat.

Karena itu, arah baru pembangunan ekonomi Indonesia perlu menempatkan pertumbuhan dan pemerataan sebagai dua bagian yang tidak terpisahkan. Ekonomi yang tumbuh harus mampu menciptakan pekerjaan berkualitas, memperluas kesempatan usaha, meningkatkan produktivitas, dan membuka akses ekonomi bagi masyarakat di berbagai wilayah.

Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan bukan hanya ketika angka ekonomi meningkat, tetapi ketika masyarakat dapat merasakan perubahan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Pertumbuhan harus menjadi jalan menuju kesejahteraan, bukan sekadar angka dalam laporan ekonomi.

“Continued policy coordination, fiscal credibility, and reforms that raise productivity will be important to sustain stability and support growth over the medium term.”

Carolyn Turk, World Bank Division Director for Indonesia and Timor-Leste, 2026. ([Bank Dunia][4])

#EkonomiIndonesia #PembangunanEkonomi #PemerataanEkonomi #PertumbuhanEkonomi #EkonomiIndonesia2026 #PembangunanBerkelanjutan #KetimpanganEkonomi #KesejahteraanMasyarakat #EkonomiDaerah

[1]: https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/08/05/2605/ekonomi-indonesia-triwulan-ii-2026-tumbuh-5-29-persen--y-on-y-.html-Ekonomi?utm_source=chatgpt.com "Ekonomi Indonesia Triwulan II-2026 Tumbuh 5,29 Persen (Y-on-Y) - Badan Pusat Statistik Indonesia"

[2]: https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/08/05/2595/gini-ratio-maret-2026-tercatat-sebesar-0-368-.html?utm_source=chatgpt.com "Gini ratio Maret 2026 tercatat sebesar 0,368. - Badan Pusat Statistik Indonesia"

[3]: https://www.worldbank.org/en/country/indonesia/publication/indonesia-growth-and-jobs-report-running-faster-for-longer-structural-transformation-productivity-and-good-jobs?utm_source=chatgpt.com "Indonesia Growth and Jobs Report Running Faster, for Longer: Structural Transformation, Productivity, and Good Jobs"

[4]: https://www.worldbank.org/en/news/press-release/2026/06/13/indonesia-s-growth-remains-resilient-but-productivity-reforms-are-key-to-creating?utm_source=chatgpt.com "Indonesia’s Growth Remains Resilient, but Productivity Reforms Are Key to Creating Jobs and Sustaining Momentum"