"Jaman Now", Istilah Yang 'Menyebalkan'

Tulisan dari Yusron Aloy tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pergolakan bahasa terus mengalami kemajuan begitu "dahsyat". Baru baru ini, kita-dipaksa- menerima sebuah istilah yang tak ada sangkut pautnya dengan tatanan berbahasa indonesia yang baik. "Jaman Now", iya, istilah ini cukup "menggelitik" gendang telinga bila mendengarnya. Hampir semua kalangan terjangkit kata yang tidak diketahui asal muasalnya ini. Yang lebih menyebalkan, para pecandu istilah ini justru tidak melihat posisi atau kondisi. Apapun aktifitas yang mereka jalani seringkali terceletuk bahasa itu. Mereka Asal bunyi yang penting kenak. Generasi kehilangan identitas. begitu, kira-kira.
Terus terang, saya sangat risih tiap kali mendengar istilah itu. Semacam umpatan tapi bercorak lain. Semacam keakraban tapi menggelikan. Baik, kita-sedikit- cari tahu dulu rahim pribahasa mana yang melahirkan istilah itu. Para pengguna medsos tentunya tidak asing lagi mendengar istilah itu. Hampir setiap postingan(entah berita,dll) bisa dipastikan menyertakan kata "jaman Now". Ini aneh tapi dapat dimaklumi. Mewabahnya gadget semakin mempermudah manusia mencari atau bahkan menciptakan sesuatu asal nyaplok. hal itu tak lepas dari usaha mereka menilai sesuatu yang ditemui. Kehabisan istilah menggambarkan, akhirnya mengabaikan tatanan berbahasa yang tepat dan benar.
Dari beberapa website yang saya temui, ternyata kalimat yang kini sedang viral ini awalnya diunggah oleh akun palsu dengan nama Seto Mulyadi. Kita ketahui Seto Mulyadi adalah pemerhati dan psikolog anak yang juga ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia.
tetapi dalam akun itu mengeritik tentang tingkah pola anak Zaman sekarang. Sehingga muncul istilah "Kids Jaman Now".
Dari segi bahasa, 'Kids' dan 'Now' merupakan kata yang berasal bahasa inggris. Kids artinya anak-anak, dan Now adalah sekarang. Yang menjadi aneh, kedua kata inggris tersebut justru digabungkan kedalam satu kalimat dengan kata 'Jaman' yang berasal dari bahasa Indonesia. Penulisan kata "Jaman" saja sudah tidak karuan. Dalam kamus KBBI, penulisan kata Jaman bukan menggunakan huruf 'J' diawal kata. Tetapi yang benar menggunakan huruf 'Z', zaman/za·man/ n 1 jangka waktu yang panjang atau pendek yang menandai sesuatu. Aturan bahasa mana coba yang melahirkan beberapa kata yang beda rahim atau beda nenek moyang ke dalam bahasa indonesia?
Kata ini juga kian marak digunakan, bahkan pada headline sebuah portal berita, salah satunya adalah seperti "Kelakuan nyeleneh kids jaman now." Atau postingan di sosial media yang memperlihatkan anak kecil sedang berpacaran dengan captionnya "Kids Jaman Now."
Tapi inilah yang terjadi. Krisis berbahasa sudah mulai menjangkiti masyarakat negara kita. Mereka melupakan bahwa salah satu bentuk kedaulatan negara indonesia adalah menyeragamkan bahasa satu yakni bahasa indonesia. Tetapi dalam perkembangannya, hakikat itu mulai luntur akibat ulah orang-orang yang doyan nyaplok omongan tanpa memikirkan sistematika berbahasa yang benar. Apakah ini berdampak pada generasi selanjutnya? Jelas, iya. Mereka akan semakin memoles pribahasa yang tambah nyeleneh dan lebih menyebalkan lagi. sehingga, penulis mengambil kesimpulan bahwa kita ini-khususnya saya-masih sering latah terhadap sesuatu yang baru muncul. Kita paling malas mikir. Apalagi menciptakan hal baru. Lhaaa terus piye?(*).
