Sketsa Luka

Tulisan dari Yusron Aloy tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sayang, aku akan berburu malam ini
Riuh kelelawar hitam menyesaki busurku
Aku harus tau, misteri apa yang disampaikan gulita pada pekatnya
Bisakah kau membukakan jalan pekarangan istana kita?
Aku sudah tak sabar mencari mutiara yang kau jatuhkan di sela batu karang
Saat itu, kita tengah bersendu, kan?
Sungguh ini menguji nyaliku
Selain berliku, tak ada pilihan lain selain jalan kematian
Musang di ranting pohon itu bersahutan
Memekik kesepian, tercipta seperti tangisan
Luka itu tangis tapi bukan tangis sebenarnya
Rupanya, arah jalan perburuanku tercekal
Di prasasti kuno tanpa petunjuk sedikitpun
Ini terjal, terlalu bertebing bagi jejak lemahku
Aku harus bagaimana?
Kembali, tak mungkin
Jatah waktu sudah aku urai
Tungku yang aku nyalakan mulai redup
Leburlah abu;susup
