Wudu Pakai Keran Tanpa Pemborosan

Karena menulis, aku menjadi abadi. Karena menulis, aku menjadi lebih hidup. Narablog di yusabdul.com
Tulisan dari Yusuf Abdul Qohhar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagaimana kita ketahui, wudu merupakan kegiatan bersuci menggunakan air sebelum salat bagi seorang muslim.
Di kota-kota besar di Indonesia, lazimnya wudu dilakukan menggunakan keran yang tersedia di masjid dan musala.
Sering kita jumpai seseorang (atau bahkan lebih dari satu orang) berwudu menggunakan keran air yang terlalu deras. Hal ini memang lebih sering terlihat menyebalkan. Selain mengganggu orang lain yang berwudu di sebelahnya karena cipratan-cipratan air yang tidak terduga, berwudu seraya membiarkan keran terus terbuka dapat tergolong pemborosan.
Hitungan kasarnya begini: (1) Satu liter untuk basuh bagian mulut, hidung, dan wajah (2) Satu liter untuk basuh bagian tangan (3) Satu liter untuk basuh bagian kepala, termasuk rambut dan telinga (4) Satu liter untuk basuh bagian kaki
Totalnya sekitar 3 hingga 4 liter.
Jika keran dibiarkan terus terbuka dengan deras selama wudu, bukan tidak mungkin bisa lebih dari 5 liter.
Padahal, ada cara yang lebih mudah untuk menghemat air ketika berwudu, yaitu membuka-menutup keran sebagai penanda tiap tahapan wudu. Kelihatannya ribet dan tidak biasa, tapi niscaya jauh lebih hemat dan tidak mengganggu orang lain.
Hal ini tentu sejalan dengan tuntunan Nabi Muhammad Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia mengatakan,
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَوَضَّأُ بِالْمُدِّ، وَيَغْتَسِلُ بِالصَّاعِ، إِلَى خَمْسَةِ أَمْدَادٍ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berwudu dengan satu mud (air) dan mandi dengan satu sha’ sampai lima mud (air)”. (HR. Bukhari no. 198 dan Muslim no. 325).
Kebiasaan ini bisa dimulai dari kita masing-masing. Kemudian ajak keluarga, saudara, pasangan, dan teman untuk melakukannya.
Bukannya pelit, namun bukankah mubazir adalah kawannya setan?
* * *
Keterangan: Satu sha’ sama dengan empat mud. Satu mud kurang lebih setengah liter atau kurang lebih (seukuran) memenuhi dua telapak tangan orang dewasa.
Foto: Jemaah sedang berwudu di Masjid Istiqlal, Jakarta. Sumber: Wikimedia/Gunawan Kartapranata
