Dalipin - Borobudur

Borobudur, Sebuah Ingatan

tidak tertarik dengan banyak hal. insecure one trick pony.
10 Juni 2022 10:41
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Gambar tertua Borobudur tersimpan di British Museum, London, Inggris. Gambar itu bagian dari sekitar dua ribuan benda koleksi bersejarah (kebanyakan dari) Jawa dan Asia Tenggara yang “dirampas” Sir Stamford Raffles selama lima tahun menjadi gubernur jenderal Inggris (1811-1816) di wilayah yang sebelumnya dikuasai Belanda.
Gambar Borobudur sendiri bukan hasil rampasan. Saat Raffles mendengar akan kemungkinan adanya sebuah bangunan raksasa yang selama ratusan tahun tertimbun hutan tak jauh dari Yogyakarta, kemungkinan sekitar 1814, ia memerintah Hermanus Christian Cornelius untuk mencarinya. Hermanus sendiri adalah seorang surveyor Belanda yang dengan rajin memetakan tempat-tempat bersejarah di seluruh Jawa di awal abad XIX untuk pemerintah Belanda.
Setelah menemukan dan membersihkannya sebisa mungkin, Hermanus mempunyai gambaran yang lumayan jelas akan bentuk keseluruhan dari candi Budha peninggalan abad IX dinasti Syailendra itu. Ia menggambar dan menyerahkannya pada Raffles. Karenanya, walau Raffles sendiri tidak pernah menginjakkan kaki di Borobudur, ia mendapat sebutan kehormatan sebagai orang yang “menemukan” kembali Borobudur.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparanplus
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparanplus
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
Kendala berlangganan hubungi [email protected] atau whatsapp +6281295655814
Konten Premium kumparanplus
Sejarah, dan Borobudur adalah monumen kesejarahan, di antara lainnya, memberi rasa nyaman akan ketersinambungan eksistensi kita dengan masa lalu. Kolom Yusuf "Dalipin" Arifin, terbit tiap Jumat.
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten