kumparan
13 Februari 2020 9:14

24 Jam Allah Menjaga Anak Kita

Ilustrasi anak berdoa
Ilustrasi anak berdoa Foto: Shutterstock
Satu saat saya mendapati Haafidz dan Kun main game Naruto. Buat saya, ini masalah. Apalagi dikasih tahunya sama tamu. Saya makasih banget sudah dikasih tahu. Terutama dampaknya. Aih, maksud hati membiasakan anak-anak dengan komputer, IT, dan lain-lain, namun kemudian kecolongan juga. Tapi kemudian saya berusaha untuk tidak gelisah.
ADVERTISEMENT
Saya pikir, saya mau mengkhususkan shalawat dan doa dalam urusan ini. 1.000 shawalat saya geber. Untuk memperkuat, kemudian saya broadcast via Twitter ajakan bershalawat buat followers. Jumlah shalawat buat followers ini saya bikin 100 saja, supaya tidak memberatkan.
Saya bilang ke followers, yuk, ikutan. Saya mau baca shalawat 100 kali, lalu berdoa buat anak-anak saya. Yang mau ikutan, silakan baca dan doanya buat urusan masing-masing. Sambil tidak lupa saya mengimbau untuk mendoakan juga yang lain; kawan-kawannya, saudara-saudaranya, negaranya, bangsanya. Gitu.
Bismillah, saya memulai shalawat dan doa. Sebagaimana keyakinan bisa mengubah arah angin, menunda hujan, menggiring awan, seyakin itu saya coba hadirkan keyakinan yang sama, bahwa dengan shalawat dan doa, anak-anak saya bisa dibuat tidak doyan Naruto dan games sebangsanya.
ADVERTISEMENT
Subhanallah, mudah-mudahan bukan bikinan setan. Sebab setan juga mampu membuat doa “dikabul” lalu membuat kita lengah, sombong, dan takabur.
Alhamdulillah Haafidz, Kun, enggak doyan lagi sama sekali dengan games tersebut dan kami masih bisa buka program computer for kids di rumah. Selanjutnya, saya dan istri bawa shalat kalau ada apa-apa termasuk enggak kepengin makannya anak-anak dibawa shalawat, doa, dan shalat. Juga sedekah khusus. Hati, pikiran, gerak anak, Allah juga kuasa terhadap mereka.
Terhadap matahari dan bulan saja Allah sanggup, apalagi terhadap hati, pikiran, dan gerak anak-anak. Subhanallah.
So, jika para orang tua kemudian ada kekhawatiran akan perilaku anak, baik yang baru menunjukkan gejala atau yang sudah menyimpang. Banyak-banyak bicara dari hati ke hati sama Allah yang sudah menciptakan anak kita dan menitipkannya kepada kita. Sehebat-hebatnya kita menjaga anak kita, siapa juga yang sanggup menjaga 24 jam?
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan