Konten dari Pengguna

Kala Mati Listrik Membuat Kita Bersyukur

Yusuf Mansur

Yusuf Mansurverified-green

Pendiri Pondok Pesantren Tahfizh Daarul Quran

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Yusuf Mansur tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saat listrik padam di Caracas, Venezuela. Foto: Reuters/Ivan Alvarado
zoom-in-whitePerbesar
Saat listrik padam di Caracas, Venezuela. Foto: Reuters/Ivan Alvarado

Sesuatu yang berlimpah, bisa jadi membuat kita enggak bersyukur. Salah satunya, listrik.

Begitu yang terjadi hari ini, 4 Agustus 2019, listrik Jabodetabek, Jabar, dan Jateng bermasalah barulah sebagian orang tahu. Betapa vitalnya listrik.

Ngembet ke mana-mana. Ekosistem komunikasi, bermasalah. Orang yang biasanya lancar berkomunikasi mulai teriak-teriak, hehehe.

Dunia cashless pun kembali kuno. Kembali ke zaman duit fisik, hahaha. Bayar tol misalnya, cash. Bukan cashless.

Berjuta hikmah, alih-alih marah-marah, yuk ambil hikmah-Nya.

Di antaranya, yuk berhemat listrik. Mana saja di rumah kita, di sekolah, di kampus, di kantor, di pabrik, di lembaga, di warung, di lingkungan kita, yang bisa kita lakukan penghematan, lakukanlah penghematan.

Di penggunaan air juga demikian. Termasuk saat wudu buat yang muslim dan muslimah, yang irit. Jangan sampai boros. Dan jaga wudu saja, supaya hemat air. Enggak perlu berwudu lagi dari baru salat ke salat yang lain.

Terhadap makanan, minuman harus perhatian juga. Jangan sampai disia-siakan.

Dan hikmah-hikmah lain. Termasuk bersiap untuk semua keadaan. Berpikir benar untuk alternatif selain sumber listrik.

Kasus-kasus kayak MRT mati listrik, dan lain-lain membuat peluang untuk diskusi soal pilihan lain selain PLN, hehehe, terbuka kembali.

Semoga apapun kejadian dan peristiwa yang kita hadapi kita lewati, sikap kita, reaksi kita, respons kita, tetap positif.

Sebab mengeluh dan menggerutu juga enggak akan menyelesaikan masalah.

Salam, Yusuf Mansur.