ITERA Beri Pelatihan SMAS PGRI Tumijajar Olah Kelapa dan Singkong Jadi Kosmetik
Tulisan dari Yusuf Maulana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tim dosen dari Program Studi Rekayasa Kosmetik, Institut Teknologi Sumatera (ITERA) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Implementasi Pembelajaran STEAM Berbasis Potensi Daerah untuk Meningkatkan Keterampilan Wirausaha Siswa di SMAS PGRI Tumijajar, Tulang Bawang Barat.” Kegiatan ini dilaksanakan oleh apt. Kiki Yuli Handayani, S.Farm., M.Pharm.Sci. selaku ketua pelaksana, dengan anggota tim Rudi Setiawan, S.T., M.T. serta Elianasari, S.Si., M.Sc. Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset Dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun 2025 yang tertuang dalam No. Kontrak: 2986C/IT9.2.1/PM.01.03/2025.

Program yang telah berlangsung sejak September 2025 ini berfokus pada penerapan konsep STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) dalam kegiatan pembelajaran berbasis potensi lokal daerah. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembuatan produk yang memiliki nilai ekonomi dan potensi pasar nyata.
Pelatihan yang diberikan meliputi pemanfaatan kelapa menjadi Virgin Coconut Oil (VCO) serta pengolahan singkong menjadi tepung modifikasi cassava flour (MOCAF). Selanjutnya, peserta pelatihan diajak mengolah kedua bahan tersebut menjadi berbagai produk kosmetik inovatif, seperti sabun dan lip balm berbasis VCO, serta masker wajah dan body scrub berbasis MOCAF. Seluruh proses dilakukan secara bertahap, disertai tugas praktik mandiri, evaluasi berkala, dan perancangan label produk yang menumbuhkan kreativitas siswa.
“Pembelajaran STEAM ini menggabungkan sains, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika agar konsep tidak hanya dihafal, tapi dipahami melalui pemecahan masalah nyata. Elemen seni memperkuat kreativitas dan komunikasi visual, sedangkan kerja tim melatih kolaborasi dan kepemimpinan,” jelas Kiki, ketua tim pelaksana PKM Rekayasa Kosmetik ITERA.
Kegiatan mendapat sambutan positif dari pihak sekolah, guru, dan juga masyarakat sekitar. Bapak Fatkul Huda, salah satu guru yang aktif mengikuti pelatihan, mengungkapkan antusiasmenya: “Beberapa warga yang mengetahui kegiatan ini bahkan sudah menanyakan kesiapan produk VCO buatan siswa untuk dipasarkan. Kami melihat semangat yang besar dari anak-anak dalam mengolah potensi daerahnya, melihat potensi kelapa dan singkong yang tinggi di wilayah ini.”
Para siswa juga mengaku lebih bersemangat belajar karena materi yang diajarkan langsung dikaitkan dengan praktik nyata. Melalui kegiatan ini, mereka tidak hanya memahami sains di balik proses pembuatan produk, tetapi juga mengenal prinsip dasar kewirausahaan dan desain produk.
Program PKM ini masih berjalan dan dijadwalkan pada pekan terakhir November 2025 adalah pelaksanaan pameran hasil produk siswa dan guru yang akan menampilkan hasil pelatihan kepada masyarakat luas. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dan guru SMAS PGRI Tumijajar mampu mengembangkan laboratorium kewirausahaan sekolah sebagai wadah pembelajaran terintegrasi antara sains dan industri kreatif berbasis potensi daerah.

