Indra Kenz: Tuhan Bingung Mau Ambil Keputusan

Student of Indonesian Language and Literature at Indonesia University of Education
Tulisan dari Yuyum Nurjanah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Belum lama ini, crazy rich Medan Indra Kenz menjadi perbincangan hangat terkait dugaan kasus investasi bodong trading binary option melalui aplikasi Binomo dan terancam hukuman 20 tahun penjara. Atas kasusnya tersebut, netizen kembali ramai menyoroti videonya yang dianggap menantang Tuhan dengan ungkapan bahwa Tuhan kebingungan untuk membuatnya miskin. Tak sedikit pula netizen yang geram atas tuturan yang disampaikannya itu. Video yang berdurasi sekitar 22 detik tersebut berisi tanggapan Indra Kenz mengenai pertanyaan netizen dalam akun tiktoknya @indrakenz. Pertanyaan netizen tersebut berisi “Kira-kira ketika Tuhan merubah nasibnya kembali jatuh miskin gimana ya?”.
Lalu pertanyaan tersebut dijawab oleh Indra Kenz dengan candaan “Begini nih nggak bisa nih, kenapa? Karena ketika aku sombong aku pamer yakan, sudah dibuat aku miskin tiba-tiba baik aku, beramal, bersedekah bantuin orang, nah bingung, habis itu dikasihlah aku makin kaya dapatlah rezeki itu, sombong lagi aku, pamer lagi, mau dimiskinkan lagi beramal lagi aku bersedekah, makanya Tuhan pun bingung mau ngambil keputusan, nggak tau dia mau diapain aku ini” ujarnya terbahak-bahak. Atas jawaban yang dilontarkannya tersebut, banyak warganet yang mengecamnya lantaran dianggap terlalu sombong.
Berdasarkan teori pragmatik, tuturan yang dilakukan oleh Indra Kenz tersebut dapat dianalisis menggunakan Teori Praanggapan atau Presuposisi. Praanggapan (presuposisi) berasal dari kata to pre-suppose, yang dalam bahasa Inggris berarti to suppose beforehand (menduga sebelumnya), dalam artian bahwa sebelum pembicara atau penulis mengujarkan sesuatu yang sudah memiliki dugaan sebelumnya tentang lawan bicara atau hal yang dibicarakan (Sari, 2018). Praanggapan atau presuposisi sendiri dimiliki oleh penutur dan bukan kalimat. Menurut Sudaryat dalam Zevira (2019) berpendapat bahwa praanggapan adalah prakiraan atau sangkaan yang berkaitan dengan kemustahilan sesuatu bisa terjadi, masalah proyeksi atau penonjolan sesuatu hal serta berbagai macam keterangan atau perjelas. Presuposisi merupakan pengalaman yang didapat manusia sehari-hari.
Lebih lanjut, Nababan dalam sari (2018) mengemukakan bahwa praanggapan merupakan dasar atau penyimpulan mengenai konteks dan situasi berbahasa (menggunakan bahasa) yang membuat bentuk bahasa (kalimat atau ungkapan) mempunyai makna bagi pendengar atau penerima bahasa itu dan sebaliknya. Praanggapan adalah sesuatu yang diasumsikan oleh penutur sebagai kejadian sebelum menghasilkan suatu tuturan (Yule dalam Zevira, 2019). Dengan kata lain, penutur telah memiliki dugaan terhadap lawan tutur terkait apa yang disampaikannya, sehingga ia dapat menentukan bentuk-bentuk bahasa seperti apa yang akan digunakan untuk mengungkapkan makna atau pesan yang dimaksudkan dalam tuturan. Lubis dalam Yuliana (2011) mengatakan bahwa presuposisi adalah hakikat rujukan yang dirujuk oleh kata atau frasa atau kalimat. Sehingga, jika ada suatu pernyataan, maka disitu selalu ada presuposisi bahwa nama-nama atau kata benda yang digunakan baik secara sederhana maupun majemuk mempunyai suatu rujukan tertentu.
Dari tuturan yang disampaikan oleh Indra Kenz yaitu “Tuhan pun bingung mau ngambil keputusan, nggak tau dia mau diapain aku ini” mengandung presuposisi Non Faktif atau sesuatu yang bersifat negatif dan bertentangan. Non faktual merupakan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan, atau sesuatu yang tidak mengandung kebenaran. Praanggapan ini masih memungkinkan adanya pemahaman yang salah karena menggunakan kata-kata yang tidak pasti dan masih ambigu. Terlihat pada tuturan ”Tuhan pun bingung” tidak dapat dibuktikan kebenarannya, hal ini karena pada kalimat tersebut masih mengandung kata-kata yang ambigu. Kalimat tersebut dapat berupa praanggapan atau presuposisi mengenai anggapan dirinya terhadap Tuhan yang tidak akan membuatnya jatuh miskin.
Praanggapan yang muncul dari tuturan “Tuhan pun bingung” dan “nggak tau dia mau diapain aku ini” juga mengandung presuposisi Konterfaktual. Menurut Yule dalam Astri (2020) presuposisi konterfaktual adalah praanggapan tidak hanya tidak benar, tapi kebalikan (lawannya) dari benar, atau bertolak belakang dengan kenyataan. Tuturan tersebut mengandung kontradiktif yang tidak mungkin terjadi. Kenyataannya tuturan berkebalikan dengan apa yang dikatakan oleh penutur, sebab sangat mustahil Tuhan bingung dengan sesuatu yang menjadi takdir manusia. Tuturan yang disampaikan mustahil dan tidak masuk akal untuk terjadi. Oleh karena itu, tuturan tersebut memiliki praanggapan atau presuposisi yang dapat diasumsikan bahwa tuturan merupakan suatu bentuk rasa jumawa Indra Kenz terhadap apa yang ia miliki.
Dari hasil analisis tersebut maka dapat disimpulkan bahwa tuturan yang disampaikan oleh Indra Kenz mengandung dua jenis praanggapan atau presuposisi, yaitu presuposisi Non-faktif dan Konterfaktual. Tuturan itu sendiri memiliki dua praanggapan atau presuposisi. Pertama, anggapan dirinya terhadap Tuhan yang tidak akan membuatnya jatuh miskin. Kedua, tuturan tersebut merupakan suatu bentuk rasa jumawa Indra Kenz terhadap apa yang ia miliki. Pembelajaran yang dapat diambil dari kasus Indra Kenz ini: berhati-hatilah ketika bertutur dan bijaklah dalam menentukan padanan kata ketika berbicara baik di media virtual maupun konvensional.
Sumber:
Astri, N. D. (2020). Analisis Presuposisi pada Percakapan Mahasiswa FKIP UNPRI Tahun Ajaran 2019/2020. Jurnal Bahasa Indonesia Prima (BIP), 2(1), 13-21.
Sari, L. I., Retnowaty, R., & Musdolifah, A. (2018). Presuposisi pada Bahasa Spanduk Iklan Warung Bakso di Balikpapan. Jurnal Basataka (JBT), 1(1), 37-44.
Yuliana, N. (2011). “ KABAR BANG ONE ” PADA PROGRAM BERITA TV ONE SKRIPSI Oleh : “ KABAR BANG ONE ” PADA PROGRAM BERITA TV ONE.
Zevira, E., Armia, A., Subhayni, S., & Ramli, R. (2019). Analisis praanggapan dalam Iklan Produk Kecantikan di Youtube. JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 4(2), 27-38.
https://youtu.be/9tP9SN8-nzA
