Konten dari Pengguna

Teknik Sederhana Ini Membuat Anak Ketagihan Membaca

Zabrina Listya

Zabrina Listya

I am a 'student-mom' with two kids and passionate about learning and self-improvent :) Melbourne

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Zabrina Listya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi anak membaca.  (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak membaca. (Foto: Thinkstock)

Berbagai penelitian sudah membuktikan membaca untuk anak-anak merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan anak dalam bidang akademik maupun non-akademik. Hal ini yang mendorong saya selalu mencoba untuk membangun kebiasaan membaca untuk kedua anak saya.

Akhirnya sekarang membuat mereka tidak bisa tertidur jika belum membaca buku. Masih ingat ketika si sulung berumur tiga tahun dan ingin pindahan rumah di Jakarta, saya memiliki lebih dari 300 buku anak yang sehari-harinya dibaca berulang-ulang kali (seperti siap buka perpustakaan mini ya.. hehe).

Menurut saya, bagaikan sikat gigi sebelum tidur atau makan sehat bergizi, membaca buku salah satu hal yang juga tidak kalah pentingnya untuk anak-anak.

Membaca bersama anak tidak hanya sekedar membaca keras-habis-menutup buku (walaupun terkadang saya seperti itu karena sudah cape dan ngantuk banget). Belum lagi kalau satu buku diulang sampai berpuluh-puluh kali bosan banget sekali bacanya.

Dan tidak sedikit orang tua merasa clueless, seperti apa sih membaca untuk mendapatkan hasil yang optimal dan membuat anak ketagihan lagi dan lagi? Berikut mau sharing salah satu teknik membaca buku dengan anak-anak yang bikin mereka susah untuk berhenti untuk lagi dan lagi dan tentunya mendapat manfaat yang optimal dari kegiatan membaca ini.

Dialogic Reading

Tujuan dari teknik dari membaca ini hanyalah satu – membuat percakapan atau dialog dengan anak ketika membaca. Terbukti dari penelitian membuat membaca menjadi menyenangkan dan membuat anak hobi "melahap" satu-persatu bukunya dan juga efektif. Terdengar simple, teknik yang bisa banget untuk dicoba yaitu-- PEER (Prompts.Evaluates.Expands.Repeat).

  • Prompts: membuat anak untuk mengatakan sesuatu.

  • Evaluates: evaluasi apa yang sudah dikatakan anak

  • Expands: memperluas kalimat atau maknanya

  • Repeat: mengulang kembali apa yang tadi sudah dikatakan di atas.

Singkatnya seperti gambar ini:

Teknik Sederhana Ini Membuat Anak Ketagihan Membaca (1)
zoom-in-whitePerbesar

Terkadang untuk memulai PROMPT atau membuat anak untuk bicara pertama kali itu cukup susah, CROWD adalah tekhnik untuk membantu mengembangkan prompt sehingga anak terstimulasi untuk berbicara:

  • Completion Prompt: Anak melanjutkan kalimat.

  • Recall prompt: Ketika mengulang membaca buku, anak diajak mengingat kembali ceritanya (3-5 tahun).

  • Open-ended prompt: Bertanya berdasarkan gambar yang dilihat.

  • Wh- prompt: Bertanya sambal menunjuk gambar di buku.

  • Distancing prompt: Menghubungkan dengan gambar dan kehidupan si anak (3-5 tahun).

Singkatnya seperti gambar berikut:

Teknik Sederhana Ini Membuat Anak Ketagihan Membaca (2)
zoom-in-whitePerbesar

Hampir tidak pernah saya mendengar efek negatif dalam membangun rutinitas membaca antara orang tua dan anak-anak. Dan berita baiknya, tidak ada usia terlalu muda ataupun terlambat untuk membaca. Membaca dengan anak bisa dimulai dari bayi sekalipun.

Selain itu menurut saya, membaca untuk anak itu bisa dibilang sama halnya seperti memberikan mereka makanan sehat. Hasilnya tidak akan terlihat dalam jangka pendek. Makanan yang sehat membantu mereka untuk tumbuh dengan baik, kecintaan membaca juga membantu mereka menemukan jati dirinya di masa depan. Bagaimana menurutmu?