Ajak Petani Jadi Penangkar, TEP IPB Hadirkan Sekolah Lapang Penangkaran Benih

Sarjana Pertanian dari Institut Pertanian Bogor, Pemerhati Pertanian, Tim Ekspedisi Patriot IPB 2026
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Muhammad Dzakwan Haqqi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tanah Miring, Papua Selatan — Dalam upaya mendorong kemandirian benih di Papua Selatan, Tim 2 Ekspedisi Patriot (TEP) IPB University menggelar Sekolah Lapang Penangkaran Benih Padi Varietas IPB 9G dan IPB 15S di Distrik Tanah Miring, Papua Selatan, pada 2–3 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi petani untuk memahami proses penangkaran benih sekaligus mendorong mereka mengambil peran sebagai penangkar benih padi.
Sekolah lapang menghadirkan Abbas Alibasyah, S.P., Pengawas Benih Tanaman dari BPSB Jawa Barat, dan Daniel Moya, S.P. dari Dinas Pertanian Papua Selatan sebagai pemateri. Kegiatan turut melibatkan Balai Benih Utama, Dinas Pertanian Papua Selatan, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Merauke, serta petani padi dari berbagai kampung di Distrik Tanah Miring.
Kegiatan berlangsung dalam dua sesi. Sesi pertama dilaksanakan di dalam ruangan melalui penyampaian materi dan diskusi. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai Prosedur Sertifikasi Benih Tanaman Pangan, pengenalan varietas IPB 9G dan IPB 15S, serta berbagai hal yang perlu diperhatikan dalam kegiatan penangkaran benih.
Dalam sesi tersebut, petani juga diajak memahami bahwa penangkaran benih merupakan peluang untuk meningkatkan peran mereka dalam sistem perbenihan lokal. Dengan menjadi penangkar, petani tidak hanya menghasilkan gabah untuk konsumsi, tetapi juga dapat berkontribusi menyediakan benih bermutu bagi petani lainnya.
Pembelajaran kemudian dilanjutkan melalui praktik di lahan demplot milik mitra. Peserta melihat secara langsung pertanaman IPB 9G dan IPB 15S serta mempelajari karakteristik masing-masing varietas. Salah satu praktik yang dilakukan adalah roguing, yaitu proses mengidentifikasi dan menyingkirkan tanaman yang tidak sesuai dengan karakteristik varietas untuk menjaga kemurnian benih.
Melalui praktik tersebut, petani dapat melihat secara langsung tanaman yang sesuai untuk dipertahankan maupun tanaman yang termasuk campuran varietas lain. Pembelajaran di lapangan diharapkan membuat petani lebih siap menerapkan teknik penangkaran di lahan masing-masing.
Melalui kegiatan ini, TEP IPB berharap semakin banyak petani yang tertarik dan berani menjadi penangkar benih padi. Penguatan kapasitas petani dan kolaborasi berbagai stakeholder diharapkan dapat mendukung ketersediaan benih bermutu sekaligus menjadi langkah menuju kemandirian benih di Papua Selatan.
