Konten dari Pengguna

Mampu prediksi hama dan penyakit pada padi, TEP IPB fasilitasi petani dengan AWS

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Dzakwan Haqqi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tim 2 Ekspedisi Patriop IPB University menjelaskan mengenai AWS (Dokumentasi: Pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Tim 2 Ekspedisi Patriop IPB University menjelaskan mengenai AWS (Dokumentasi: Pribadi)

MERAUKE — Tim 2 Ekspedisi Patriot menggelar Sekolah Lapang Kedua pada 23 Oktober 2026 untuk memberikan pencerdasan kepada petani di Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, mengenai penggunaan dan perawatan Automatic Weather Station (AWS). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman petani dalam memanfaatkan teknologi informasi cuaca untuk mendukung kegiatan budidaya padi.

Dalam kegiatan tersebut, petani diperkenalkan dengan cara mengakses informasi AWS melalui website Sinau Bumi. Peserta mendapatkan penjelasan mengenai tahapan mengakses platform, membaca informasi yang tersedia, serta memahami pemanfaatan data cuaca untuk membantu pengambilan keputusan di lahan pertanian.

AWS merupakan perangkat pengamatan cuaca otomatis yang merekam berbagai parameter meteorologi, seperti suhu udara, kelembapan, curah hujan, radiasi matahari, dan tekanan udara, sesuai sensor yang terpasang. Data tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan waktu tanam, mengelola kebutuhan air, serta mengantisipasi kondisi lingkungan yang berpotensi meningkatkan risiko serangan hama dan penyakit tanaman padi.

Peserta mengakses website sinaubumi untuk melihat cuaca dan prediksi serangan hama dan penyakit pada padi (Dokumentasi: Pribadi)

Melalui website Sinau Bumi, petani juga diperkenalkan dengan fitur-fitur yang mendukung pemantauan kondisi cuaca dan pertanian. Informasi tersebut dapat membantu petani memahami perubahan cuaca serta mengenali potensi risiko organisme pengganggu tanaman. Pemanfaatannya tetap perlu dipadukan dengan pengamatan langsung di sawah dan pendampingan penyuluh pertanian agar tindakan pengendalian lebih tepat sasaran.

Selain penggunaan platform digital, Sekolah Lapang Kedua membahas pentingnya perawatan dan pemeliharaan AWS. Petani diberikan pemahaman mengenai perlunya menjaga kebersihan perangkat dan sensor, memastikan area pengamatan tidak terhalang, serta memeriksa kondisi fisik alat secara berkala. Pemeriksaan sumber daya listrik, panel surya, kabel, dan konektivitas data juga penting untuk membantu menjaga kelancaran pengiriman informasi cuaca.

Pencerdasan ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian petani dalam menggunakan teknologi pertanian digital sekaligus menjaga keberlanjutan fungsi AWS. Dengan pemahaman yang baik mengenai penggunaan dan perawatan perangkat, informasi cuaca dapat dimanfaatkan secara lebih optimal untuk mendukung pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim.

Melalui kegiatan Sekolah Lapang, Tim 2 Ekspedisi Patriot berupaya memperkuat kapasitas petani Tanah Miring agar semakin siap memanfaatkan teknologi, meningkatkan efisiensi budidaya, dan mendukung produktivitas pertanian padi secara berkelanjutan.