Keseruan Seleksi 100 Kandidat Magang Lansia: Interview sampai Games Seru

Suasana berbeda terlihat di taman kantor kumparan, Jakarta Selatan, Kamis (1/10) pagi. Para peserta berusia lanjut mengenakan atasan putih berkumpul untuk mengikuti seleksi akhir program kumparan Academy Magang Lansia.
Sejak pukul 07.00 WIB, satu per satu peserta mulai berdatangan ke Taman kumparan. Ada 100 kandidat yang menjalani seleksi tahap akhir ini.
Sebelum rangkaian acara dimulai, mereka terlebih dahulu mengikuti sesi foto profil, kemudian menyimak talkshow yang diawali sambutan Founder dan CEO kumparan, Hugo Diba.
Dalam sambutannya, Hugo mengatakan program Magang Lansia dirancang untuk mempertemukan pengalaman para senior profesional dengan kemampuan digital generasi muda.
Dengan sekitar 70 persen karyawan kumparan merupakan anak muda, Hugo menilai para peserta lansia memiliki pengalaman hidup yang dapat dibagikan kepada generasi lebih muda.
“Kalau bicara pengalaman hidup, bicara bagaimana rasanya jatuh lalu bangkit lagi, bagaimana menghadapi krisis, memulai lagi, memperbaiki kesalahan, pengalaman hidup, pelajaran hidup, itu enggak bisa dipelajari dalam waktu setahun, dua tahun. Itu semua justru yang bapak ibu sekalian punya,” ujar Hugo.
Menurut Hugo, pertukaran pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan dihadirkannya program Magang Lansia.
Para peserta dapat membagikan pengalaman profesional dan pelajaran hidup kepada karyawan yang lebih muda. Sebaliknya, mereka juga berkesempatan mempelajari keterampilan digital, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Hugo menilai, perkembangan teknologi justru dapat membuka kesempatan bagi lansia untuk tetap berkontribusi di dunia kerja.
“Ketika adopsi AI itu dilakukan dengan baik, usia itu justru bukan jadi hambatan. Karena keterbatasan dari sisi stamina, kreativitas, dan lain-lain, akhirnya itu bisa dikerjakan oleh AI. Tapi train of thought-nya, decision-nya, pengalamannya, itu justru dimiliki oleh senior-senior,” terangnya.
“Intinya, Bapak dan Ibu belajar hal baru dari kami, kami pun ingin belajar pengalaman dari bapak-ibu sekalian,” lanjut Hugo.
Setelah sambutan tersebut, kegiatan berlanjut dengan talkshow bersama Presiden Komisaris kumparan Budi Darsono, Senior Content Manager kumparan Studio Didin Ambardini, dan Chief of Storyteller kumparan Yusuf Arifin. Mereka berbincang seputar cara menjaga produktivitas di usia lanjut, beradaptasi dengan dunia digital, hingga membangun kerja sama dengan rekan kerja dari generasi berbeda.
Memasuki pukul 10.00 WIB, para peserta mulai mengikuti sesi wawancara setelah menjalani medical check-up (MCU). Di sela-sela rangkaian seleksi, suasana kegiatan juga diisi dengan aktivitas interaktif, seperti games dan karaoke bersama.
Salah satu peserta, Eka (58), datang dari Depok untuk mengikuti seleksi tersebut. Ia terakhir bekerja di Bank HSBC pada 2019. Eka mengaku tertarik mengikuti program Magang Lansia karena ingin mempelajari keterampilan digital.
“Saya tertarik ikut program ini karena ingin belajar hal-hal baru, terutama soal digital. Sekarang kan perkembangan teknologi semakin cepat, jadi saya ingin tetap bisa mengikuti perkembangan zaman,” tutur Eka.
Keinginannya untuk kembali belajar juga mendapat dukungan penuh dari keluarga.
Bagi Eka, program ini menjadi kesempatan untuk menambah pengetahuan sekaligus mengenal lebih jauh perkembangan dunia digital.
Rangkaian kegiatan pun ditutup dengan makan bersama di taman kantor kumparan.
Tak hanya menggelar seleksi magang, kumparan juga menyiapkan Senior Network yang akan diikuti seluruh pendaftar Magang Lansia.
Melalui jaringan ini, peserta dapat mengikuti kelas AI untuk kehidupan sehari-hari, kelas menjadi kreator konten, hingga pertemuan rutin untuk berbagi pengalaman dan memperluas pertemanan.
Kegiatan ini juga berkolaborasi dengan Agewell. Mereka juga menjalani berbagai games seru hingga karaoke bersama.
Para peserta yang menjalani seleksi akhir akan dinilai kembali. Peserta yang terpilih akan diumumkan pada 6 Oktober 2026.
