Komdigi Pulihkan 812 Titik BTS Terdampak Gempa di 8 Kabupaten NTT

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyebut, 812 titik atau site Base Transceiver Station (BTS) yang terdampak gempa bumi di delapan kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah pulih 100 persen.
Pernyataan itu disampaikan Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Komdigi Fifi Aleyda Yahya dalam agenda Penyerahan Bantuan Kemkomdigi untuk NTT di Kantor Badan Penghubung NTT, Tebet Timur, Jakarta Selatan, Sabtu (22/8).
Fifi menjelaskan pemulihan konektivitas telah dilakukan di seluruh wilayah terdampak gempa.
“Sampai per hari ini laporannya terkait dengan konektivitas di wilayah terdampak gempa itu dari 812 titik atau site BTS. Alhamdulillah per hari ini sudah pulih 100 persen yang terdampak di 8 kabupaten di NTT,” kata Fifi.
Komdigi Salurkan 20 Perangkat Starlink dan 15 Ton Logistik
Meski seluruh BTS terdampak telah pulih, Komdigi tetap menyerahkan 20 perangkat komunikasi Starlink untuk memperkuat konektivitas di wilayah terdampak.
Fifi mengatakan penentuan lokasi pemasangan Starlink akan dilakukan tim di lapangan berdasarkan kebutuhan.
“Kalau untuk Starlink tentu tidak ada salahnya kami memberikan penguatan-penguatan jika masih ada titik-titik yang misalnya terdampak,” jelasnya.
Dia berharap perangkat tersebut membantu masyarakat tetap berkomunikasi dengan keluarga dan kerabat serta mempermudah penanganan bencana di lapangan.
“Mudah-mudahan ini juga bisa menjadi manfaat agar konektivitas lancar dan juga keluarga besar kita di NTT ini bisa terus menjalin komunikasi dengan yang terkasih, kemudian kerabat, dan juga untuk mempermudah penanganan bencana di lapangan,” ujarnya.
Selain perangkat komunikasi, Komdigi menyerahkan 15 ton bantuan logistik untuk masyarakat terdampak gempa NTT. Bantuan tersebut mencakup makanan, minuman, susu, selimut, tikar, hingga obat-obatan.
“Insya Allah bantuan dari kami ini bisa sedikit meringankan beban dari keluarga kita dan teman-teman kita, saudara-saudara kita yang berada di NTT yang terdampak gempa,” terang Fifi.
Baru 8,6 Ton Bantuan Dikirim
Sementara Kepala Subbagian Tata Usaha Badan Penghubung Provinsi NTT Christine Editha Mau mengatakan, dari total 15 ton bantuan tersebut, baru 8,6 ton yang dapat dikirim pada Sabtu (22/8).
“Ya, jadi dari Komdigi hari ini menyerahkan 15 ton bantuan untuk gempa di Flores. Namun setelah kami berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Halim, memang tidak semuanya bisa tersalurkan hari ini. Jadi hanya 8,6 ton yang bisa dikirim hari ini karena memang keterbatasan kapasitas di sana juga,” tutur Christine.
Menurutnya, sisa bantuan akan dikirim kemudian melalui koordinasi dengan Komdigi, BNPB Pusat, dan BNPB di daerah. Christine memastikan bantuan tersebut akan disalurkan kepada korban di wilayah terdampak.
“Dan kami berkomitmen agar barang-barang tersebut sampai ke tujuan dan dapat dibagikan kepada saudara-saudari kita yang menjadi korban di wilayah-wilayah yang terdampak,” terang dia.
Bantuan Disalurkan via Labuan Bajo, Sejumlah Wilayah Terisolir
Christine menjelaskan bantuan yang dikirim pada Sabtu akan diturunkan di Labuan Bajo. Menurut dia, akses bantuan saat ini memungkinkan melalui Maumere dan Labuan Bajo.
“Jadi nanti untuk di sana, ini barangnya nanti akan diturunkan di Labuan Bajo. Karena memang yang bisa itu hanya Maumere dan Labuan Bajo untuk aksesnya,” ungkap Christine.
Terkait penyaluran dari Labuan Bajo, Christine mengatakan Gubernur NTT telah menunjuk petugas melalui badan penanggulangan bencana setempat untuk menyalurkan bantuan ke lokasi terdampak.
Dia berharap seluruh wilayah terdampak dapat menerima bantuan, terutama daerah yang masih terisolasi.
“Dan semuanya bisa dapat karena memang lokasi di sana juga banyak yang terisolir gitu kan,” terang Christine.
Dia mencontohkan Desa Palue. Menurut Christine, tim BNPB baru dapat masuk ke wilayah tersebut sekitar dua hari pascabencana.
Setelah berhasil masuk, tim masih harus menempuh perjalanan sekitar dua jam untuk mencapai lokasi.
