Konten dari Pengguna

Tanam Bibit, Tumbuh Ilmu: Aksi Edukatif Mahasiswa UB di MI Miftahul Uquliyah

Tanam Bibit, Tumbuh Ilmu: Aksi Edukatif Mahasiswa UB di MI Miftahul Uquliyah
zoom-in-whitePerbesar

Sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat "FISIP Berbakti Desa Universitas Brawijaya (FBD UB) Kompak 2025", mahasiswa terus menyemai kontribusi nyata di berbagai lini pendidikan dasar. Salah satunya dilakukan oleh Zahira Maghfirotunnisa yang akrab disapa Maghfi, anggota kelompok 6 yang bertugas di Desa Wiyurejo melalui program edukatif bertema “Edukasi Menanam Bibit Kacang Hijau”.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (17/07/2025) di MI Miftahul Uquliyah kelas 1B, dengan fokus mengenalkan proses menanam dan merawat tanaman sejak dini. Belasan siswa kelas 1B tampak antusias mengikuti aktivitas yang berlangsung di dalam kelas tersebut. Program ini diprakarsai oleh Maghfi sebagai bentuk edukasi sederhana tentang lingkungan dan proses tumbuh tanaman menggunakan media kapas basah.

Dalam pelaksanaannya, Maghfi mengawali kegiatan dengan memperkenalkan biji kacang hijau kepada anak-anak kelas 1B. Mereka diajak menebak terlebih dahulu jenis tanaman yang akan ditanam, sebelum kemudian diputarkan video animasi pendek yang menjelaskan proses tumbuhnya kecambah dengan bahasa yang mudah dipahami.

Gambar 1. Sesi menonton video animasi.

Setelah pemutaran video, kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktik. Setiap anak diberi kapas, wadah kecil, air dan biji kacang hijau. Mereka mengikuti arahan tahap demi tahap mulai dari membasahi kapas, meletakkan biji di atas kapas, hingga menyimpan wadah di tempat yang tidak terkena cahaya. Tak sedikit dari mereka yang menyatakan rasa ingin tahunya, bertanya kapan biji tersebut akan tumbuh dan seperti apa bentuk kecambah nantinya.

Gambar 2. Sesi penanaman bibit.

“Saya senang melihat mereka antusias dan ingin tahu. Lewat kegiatan ini, saya berharap anak-anak jadi lebih dekat dengan alam dan menyadari bahwa merawat sesuatu membutuhkan kesabaran,” ujar Maghfi. Kegiatan menanam ini tak hanya menjadi pengalaman baru bagi mereka, tetapi juga menjadi bagian dari pendekatan belajar aktif. Dengan menggunakan metode learning by doing, anak-anak belajar bertanggung jawab pada bibit yang mereka tanam sendiri. Mereka pun diberi tantangan untuk merawat tanaman tersebut di rumah dan mengamati pertumbuhannya selama beberapa hari ke depan.

Sebagai bentuk lanjutan dari kegiatan ini, mereka diminta membawa kembali hasil tanam mereka beberapa hari mendatang untuk didiskusikan bersama. Dengan begitu, anak-anak tidak hanya memahami proses tumbuh tanaman, tapi juga menghargai hasil jerih payah dan kesabaran. Melalui inisiatif “Edukasi Menanam Bibit Kacang Hijau”, mahasiswa FBD UB berupaya menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan, tanggung jawab dan kesabaran kepada anak-anak sejak dini dengan cara yang menyenangkan, sederhana dan bermakna.