Konten dari Pengguna

Lebih dari Sekadar KKN: Pelajaran Tentang Hidup dari Warga Sitiarjo

ZAHIRA SHARFINA PRADESTI

ZAHIRA SHARFINA PRADESTI

Sociology Student Brawijaya University

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari ZAHIRA SHARFINA PRADESTI tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: Tim FBD UB 37 Sitiarjo
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Tim FBD UB 37 Sitiarjo

KKN bukan sekadar pengabdian, tetapi juga perjalanan mengenal wajah Indonesia dari dekat. Bagi kami, mahasiswa FBD UB 37 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya, Desa Sitiarjo di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, membuka ruang pengalaman yang kaya akan nilai budaya, kehangatan sosial, dan lanskap alam yang memukau.

Kondisi geografis yang jauh dengan padatnya kota, Desa Sitiarjo menyimpan kesejukan dan suasana tenang yang menjadi ciri khas desa pesisir selatan. Jalannya luas, udaranya bersih, dan ritme kehidupan warganya berjalan tanpa hiruk-pikuk. Inilah tempat di mana kami belajar memperlambat langkah, mendengar lebih banyak, dan terlibat lebih dalam.

Interaksi dengan Warga

Foto: Tim FBD UB 37 Sitiarjo

Hal yang paling kami rasakan sejak hari pertama adalah keramahan warganya. Baik ibu-ibu yang ramah saat kami bantu kegiatan PKK, bapak-bapak yang antusias bercerita soal sejarah desa, maupun perangkat desa yang terbuka terhadap semua program kerja kami. Komunikasi terasa cair, penuh tawa, dan membangun kolaborasi yang tulus. Kami tidak hanya diterima, tapi dirangkul sebagai bagian dari warga itu sendiri.

Kekayaan Budaya yang Masih Terjaga

Foto: Tim FBD UB 37 Sitiarjo

Kekayaan budaya Desa Sitiarjo menjadi sorotan utama selama keberadaan kami di sana. Salah satu hal yang sangat berkesan adalah bagaimana kesenian tradisional seperti bantengan dan kuda lumping masih eksis dan aktif dipentaskan dalam acara desa. Warga, terutama generasi muda, masih terlibat secara aktif, mulai dari persiapan hingga pementasan. Ini menunjukkan bahwa nilai-nilai lokal bukan hanya dijaga, tapi juga diwariskan dengan penuh semangat.

Keindahan Alam Sitiarjo

Foto: Tim FBD UB 37 Sitiarjo

Di sela-sela kegiatan KKN, kami juga menyempatkan diri menjelajahi pesona alam yang berada di sekitar kawasan Desa Sitiarjo. Meskipun tidak terletak persis di tepi laut, desa ini dikelilingi beberapa pantai indah dengan karakteristik yang berbeda-beda. Pantai Goa Cina, misalnya, menyuguhkan panorama eksotis dengan keberadaan goa yang sarat cerita sejarah dan spiritualitas, menjadikannya destinasi yang menarik bagi pencinta petualangan. Sementara itu, Pantai Tanjung Penyu menjadi favorit bagi keluarga karena aksesnya yang mudah serta suasananya yang ramai, terutama menjelang senja ketika langit berubah warna oleh keindahan matahari terbenam. Bagi mereka yang mencari ketenangan, Pantai Watu Leter hadir dengan nuansa yang sunyi dan alami, menawarkan ruang untuk menyepi dari hiruk-pikuk keseharian. Adapun Pantai Teluk Asmara menghadirkan panorama teluk yang berliku dengan pemandangan sunset yang dramatis, menjadikannya tempat yang sempurna untuk sekadar duduk diam dan menikmati keindahan alam dalam kesederhanaan.

Pelepasan Tukik Bersama Bupati Kabupaten Malang

Foto: Tim FBD UB 37 Sitiarjo

Kami bahkan sempat menghadiri acara pelepasan tukik di Pantai Tanjung Penyu, sebuah kegiatan pelestarian satwa laut yang dihadiri pula oleh Bupati Kabupaten Malang. Kehadiran di acara tersebut memperkaya pengalaman kami tentang pentingnya kolaborasi antara pemerintah, warga, dan komunitas untuk menjaga keberlangsungan lingkungan.

Penutup

Foto: Tim FBD UB 37 Sitiarjo

Dari semua kegiatan yang kami lakukan, satu hal yang paling melekat adalah bagaimana warga Sitiarjo hidup dengan nilai-nilai kebersamaan, keterbukaan, dan rasa hormat pada tradisi. Ini bukan sekadar pengabdian lapangan, tetapi juga pelajaran sosial yang mendalam.

Kami bangga pernah menjadi bagian dari kehidupan di Desa Sitiarjo, meski hanya sejenak. Sebab di desa ini, kami bukan hanya belajar tentang kerja nyata, tapi juga tentang menjadi manusia yang lebih peka, lebih menghargai budaya, dan lebih peduli pada lingkungan.

Kami dari FBD UB 37 SITIARJO, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya, berterima kasih atas sambutan dan pengalaman luar biasa yang tak akan kami lupakan.