Konten dari Pengguna

Tantangan Orang Tua dalam Pengasuhan Anak pada Era Digital

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Zahra Alika tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

AI Generated
zoom-in-whitePerbesar
AI Generated

Perkembangan teknologi yang semakin pesat telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia, termasuk dalam interaksi keluarga. Kehadiran gadget yang digunakan oleh berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga orang tua, memang memudahkan komunikasi dan akses terhadap informasi. Namun di sisi lain, penggunaan gadget yang tidak terkendali juga menghadirkan tantangan baru dalam pengasuhan anak, terutama dalam mengasuh anak.

Berdasarkan Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan Kementerian Komunikasi dan Digital, jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai 221 juta jiwa atau sekitar 79,5% dari total penduduk. Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah pengguna internet terbesar di dunia. Penggunaan perangkat digital juga telah menjangkau kelompok usia anak-anak. Data menunjukkan bahwa sebanyak 37,02% anak usia 1–4 tahun dan 58,25% anak usia 5–6 tahun telah menggunakan telepon genggam. Selain itu, 33,80% anak usia 1–4 tahun dan 51,19% anak usia 5–6 tahun tercatat telah mengakses internet. Fenomena ini tidak hanya terjadi di wilayah perkotaan, tetapi juga di daerah tertinggal, di mana anak-anak usia 13–14 tahun mulai menunjukkan kecenderungan kecanduan penggunaan media sosial.

Tingginya penggunaan gadget tidak hanya mempengaruhi aktivitas sehari-hari, tetapi juga berdampak pada kualitas komunikasi dalam keluarga. Komunikasi yang seharusnya menjadi perekat hubungan antaranggota keluarga justru semakin berkurang sehingga kehangatan, kedekatan emosional, dan kualitas hubungan keluarga perlahan terkikis. Fenomena ini sering terjadi ketika anggota keluarga berkumpul, tetapi sibuk dengan gawai masing-masing. Meskipun secara fisik berada dalam satu ruangan, perhatian mereka lebih diperhatikan pada layar daripada percakapan. Akibatnya, waktu kebersamaan yang seharusnya dapat mempererat hubungan keluarga menjadi kurang bermakna.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, peran orang tua tidak dapat digantikan oleh perangkat digital apa pun. Anak membutuhkan pendampingan agar mampu memanfaatkan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Melalui pengawasan, kewaspadaan, serta teladan yang baik, orang tua dapat membantu anak memahami manfaat dan risiko penggunaan gadget. Sebaliknya, tanpa pendampingan yang tepat, penggunaan gadget secara berlebihan dapat mempengaruhi perkembangan emosional, sosial, dan perilaku anak.

Menurut Kementerian Kesehatan, pemakaian gawai dan internet pada anak-anak dapat mengakibatkan kecanduan dan memengaruhi kesehatan si kecil. Kecanduan gawai dapat mendorong berkurangnya waktu tidur, padahal tidur yang cukup sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak.

Banyak cara yang dapat dilakukan orang tua untuk memantau penggunaan gadget pada anak. Salah satunya memanfaatkan fitur pengawasan digital seperti Google Family Link pada perangkat Android maupun Screen Time pada iphone. Fitur ini memungkinkan orang tua untuk mengatur durasi penggunaan perangkat, memantau aktivitas anak, serta membatasi konten tertentu. Dengan demikian, orang tua tetap dapat melakukan pemantauan terhadap anak meskipun tidak dalam jarak dekat. Meski demikian, pengawasan digital tetap tidak dapat sepenuhnya menggantikan kehadiran orang tua.

Selain melakukan berbagai upaya untuk mengurangi kecanduan gadget pada anak. Memanfaatkan fitur pengawasan digital, Menurut Yumarni (2022), langkah yang dapat dilakukan antara lain memperbanyak waktu berkualitas bersama keluarga dan teman, membatasi penggunaan gadget sebelum tidur, menghapus aplikasi yang memicu penggunaan berlebihan, serta meningkatkan pemahaman anak mengenai dampak negatif kecanduan gadget. Langkah-langkah tersebut dapat membantu anak membangun kebiasaan menggunakan teknologi secara lebih sehat dan seimbang.

Pada akhirnya, gadget bukanlah musuh dalam keluarga. Yang menjadi tantangan adalah bagaimana menggunakannya secara bijak. Dengan pendampingan yang tepat, orang tua dapat membantu anak memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar dan berkembang tanpa kehilangan kedekatan emosional yang menjadi fondasi utama keluarga.