Solusi Hidup

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Klaten Bendahara 1 PK IMM Syafi'i Ma'arif
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Zahra Arwiana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sering kali kita menjumpai orang terdekat kita, sahabat kita, atau mungkin keluarga kita yang mengeluh hidupnya terasa berat. Hidup terasa berat karena kita terlalu fokus pada masalah bukan solusi. Maka dari itu, tak heran jika orang mudah merasa stres maupun depresi.
Masalah itu diibaratkan sebagai makanan sehari-hari bagi orang yang belum mati. Ya, betul sekali. Masalah sering kali datang silih berganti. Tak akan ada habisnya. Bahkan ketika kita berhasil melewati satu masalah, maka tak lama akan datang masalah baru yang lebih besar dari apa yang sudah terjadi. Inilah yang namanya kehidupan. Masalah datang untuk belajar mendewasakan. Tak ada alasan untuk lari dalam menghadapi masalah. Sebab apa?
Ketika kita lari dari masalah, maka sudah tidak ada kemungkinan bahwa kita berhasil dari ujian yang Allah berikan. Kesempatan untuk bertumbuh akan berubah menjadi 0%. Namun, ketika kita berani untuk mencoba menghadapi permasalahan, maka kita akan mendapatkan dua jawaban.
Yang pertama, keberhasilan.
Ya, betul sekali. Ini adalah akhir yang diharapkan semua orang dalam menghadapi suatu permasalahan dalam hidup. Syukur wajib kita panjatkan pada Allah Ta’ala, apabila keberhasilan menghampiri kita.
Yang kedua, kegagalan.
Ya, selalu ada kemungkinan bahwa kegagalan akan menjadi partner kita dalam menghadapi masalah hidup. Namun, tak mengapa. Setiap keputusan, setiap hal, setiap usaha yang kita lakukan tentu mempunyai resiko masing-masing. Bahkan ketika kita sedang memilih untuk berdiam diri saja, pasti akan ada resiko yang harus kita terima dikemudian hari. Jadi, tak ada alasan lain lagi untuk bangkit dan mencoba menghadapi masalah dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai umat Islam, kita masih punya suatu prinsip yang bisa dipegang dan dijadikan landasan untuk tetap kuat menghadapi cobaan, yakni termuat dalam Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 286.
لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَاۗ...
"Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya."
Tenang saja, selagi masih ada iman dan kekuatan dalam diri. Mari kita hadapi dengan usaha sepenuh hati dan berdoa kepada Sang Ilahi. Tugas kita sebagai manusia hanyalah usaha, berdoa, dan bertawakal. Sisanya mengenai hasil kita hanya Tuhanlah yang berhak menentukan. Tidak sulit bagi Allah untuk menetapkan suatu hal bagi makhluknya. Begitupun solusi dalam hidup.
