Kebijakan Pendidikan di Indonesia: Adaptasi Terhadap Pengaruh Globalisasi

Mahasiswa aktif semester 5 jurusan Hubungan Internasional, FISIP, Universitas Brawijaya. Merupakan orang yang selalu ingin belajar hal baru.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Zahra H tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kebijakan dapat diartikan sebagai seperangkat keputusan yang diambil oleh pemerintah, organisasi, atau individu untuk mencapai tujuan tertentu. Kebijakan dapat berupa aturan tertulis, program, keputusan resmi, undang-undang, peraturan pemerintah, dan sebagainya. Kebijakan juga dapat mencerminkan prinsip yang digunakan dalam mengarahkan pengambilan keputusan dan bertindak secara terencana untuk mencapai tujuan. Pendidikan adalah proses pembelajaran dan pengajaran yang bertujuan untuk mengembangkan potensi dan pengetahuan seseorang. Pendidikan juga mencakup proses sosialisasi, pembentukan karakter, dan peningkatan keterampilan yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan juga dianggap sebagai hak dasar setiap individu dan kunci untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan.
Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa Kebijakan pendidikan adalah sekumpulan keputusan, program, dan tindakan yang diambil oleh pemerintah, lembaga pendidikan, atau pemangku kepentingan lainnya untuk mengatur, mengelola, dan mengembangkan sistem pendidikan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kebijakan pendidikan mencakup berbagai aspek, seperti penetapan kurikulum, pengelolaan sumber daya pendidikan, peningkatan mutu pendidikan, pemerataan akses pendidikan, dan peningkatan kualitas tenaga pendidik. Selain itu, kebijakan pendidikan juga merupakan bagian dari kebijakan publik yang mengatur sistem pendidikan secara menyeluruh, termasuk tujuan, proses, evaluasi, dan tindak lanjut pendidikan untuk memastikan tidak terjadi konflik kepentingan di antara warga negara dalam memenuhi hak dan kewajiban pendidikan mereka.
Globalisasi adalah pengaruh yang tersebar luas ke seluruh penjuru dunia sehingga batas antar negara sudah tidak terlihat. Globalisasi terjadi karena adanya integrasi internasional mulai dari budaya, informasi, dan lain sebagainya. Globalisasi mempengaruhi semua bidang kehidupan dalam suatu negara salah satunya kebijakan pendidikan.
Era globalisasi atau yang disebut juga dengan revolusi industri 4.0 menuntut manusia untuk melakukan segala hal dengan cepat, tepat, dan efisien. Revolusi industri mengalami empat tahap, yaitu revolusi industri 1.0 tentang penemuan mesin uap hingga produksi massal, revolusi industri 2.0 tentang penggunaan listrik, revolusi industri 3.0 tentang penggunaan komputerisasi, dan sekarang tahap ke-empat yaitu revolusi industri 4.0. Revolusi industri 4.0 mengubah cara manusia berpikir dan hidup. Era ini menimbulkan berbagai dampak negatif walaupun memudahkan manusia, seperti berkurangnya lapangan pekerjaan untuk manusia.
Globalisasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penyusunan kurikulum di Indonesia. Dengan adanya globalisasi, sistem pendidikan Indonesia mendapat tekanan untuk melakukan perubahan agar lebih komprehensif dan fleksibel sehingga nantinya para lulusan dapat membantu meningkatkan masyarakat global yang demokratis. Selain itu juga membantu sistem pendidikan Indonesia menjadi lebih inklusif dan berpikiran terbuka terhadap pengetahuan dunia. Globalisasi yang terjadi terhadap sistem pendidikan di Indonesia juga berdampak negatif. Seperti selalu berubahnya kurikulum pendidikan karena tidak adanya kejelasan dalam sistem akibat dari mengikuti arus globalisasi yang tidak tentu. Perubahan terus-menerus ini mengakibatkan krisis identitas dan sulitnya beradaptasi oleh masyarakat Indonesia khususnya para pelajar dan pengajar aktif.
Berikut adalah perubahan kurikulum di Indonesia yang berubah seiring berkembangnya zaman dan globalisasi:
Kurikulum Rentjana Pelajaran 1947
Kurikulum Rentjana Pelajaran Terurai 1952
Kurikulum Rentjana Pendidikan 1964
Kurikulum 1968
Kurikulum 1975
Kurikulum 1984, “Kurikulum 1975 yang disempurnakan”
Kurikulum 1994 dan Suplemen Kurikulum 1999
Kurikulum 2004, “KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi”
Kurikulum 2006 “KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan)”
Kurikulum 2013 dan 2013 Revisi
Kurikulum 2020 “Merdeka Belajar”
Setiap berubahnya kurikulum ini banyak hal-hal yang diutamakan namun mengabaikan hal lainnya.
Dalam menghadapi dinamis nya kebijakan pendidikan Indonesia terdapat banyak tantangan yang harus dihadapi seperti,
Diharuskan kepada pendidik dan peserta didik untuk terus menerus beradaptasi
Terus menurunnya mutu pendidikan karena para pendidik dan peserta didik merasa terbebani
Pembelajaran yang pasif dikarenakan subjek satu-satunya adalah pendidik dan peserta didik tidak ada kontribusi
Sulitnya penyebaran kurikulum ke seluruh Indonesia karena kurangnya sumber daya atau teknologi.
Dan masih banyak lagi.
Sebagai seorang pelajar yang mungkin disebut orang-orang sebagai “angkatan percobaan”, sulit bagi saya dan orang tua untuk beradaptasi dengan cepat. Setiap saya lulus dari tingkatan sekolah tertentu, selalu ada kebijakan baru yang diadakan. Sebagai pelajar saya tidak hanya harus siap fisik untuk bersekolah setiap hari, tapi mental juga diperlukan karena harus selalu beradaptasi. Perubahan-perubahan kebijakan yang pernah saya lewati antara lain segala pendaftaran sekolah yang berpindah semua ke online, pendaftaran sekolah sesuai umur, pendaftaran sekolah sesuai domisili saat membantu mendaftarkan adik saya hingga kurikulum merdeka yang mengharuskan membuat berbagai project-project dimana harus bekerja secara kelompok sementara tidak semua pelajar memiliki visi yang sama dalam menempuh pendidikan. Tidak tepatnya waktu saat mengadakan kebijakan membuat para pelajar merasakan tidak adanya keadilan dan usaha yang mereka bangun selama ini sia-sia. Berdasarkan pengalaman orang tua saya, dengan usia nya yang sudah tidak muda dan sosialisasi dari pemerintah yang kurang membuat Ia sangat sulit memahami dinamis nya perubahan kebijakan pendidikan. Terlebih lagi di tingkatan SD sampai SMP dimana peran orang tua sangat krusial. Besar harapan bagi pemerintah untuk lebih mempertimbangkan lagi dari berbagai perspektif dalam menentukan kebijakan pendidikan.
Reference:
Arwildayanto, Suking, A., & Sumar, W. T. (2018). ANALISIS KEBIJAKAN PENDIDIKAN Kebijakan Teoretis, Eksploratif, dan Aplikatif. Cendekia Press.
Prasetyo, B., & Trisyanti, U. (n.d.). REVOLUSI INDUSTRI 4.0 DAN TANTANGAN PERUBAHAN SOSIAL.
Raharjo. (2020, 06 01). Analisis Perkembangan Kurikulum PPKn: Dari Rentjana Pelajaran 1947 sampai dengan Merdeka Belajar 2020, 15(1).
Selin, A. Q. J. (n.d.). PERANAN TEKNOLOGI ARTIFICIAL INTELLIGENCE DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0.
