Konten dari Pengguna

Organisasi dan Komunitas di Masa Pandemi, Masih Populerkah?

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Zahra Kaltsum tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Komunitas Kejar Mimpi Depok saat offline meeting. | Dokumentasi oleh Zahra Kaltsum
zoom-in-whitePerbesar
Komunitas Kejar Mimpi Depok saat offline meeting. | Dokumentasi oleh Zahra Kaltsum

Genap dua tahun pandemi COVID-19 telah membatasi seluruh aktivitas luar ruang dan digantikan dengan aktivitas jarak jauh yang dilakukan dari rumah. Tidak hanya pekerja yang harus beradaptasi dengan transformasi profesinya, hal yang tidak jauh berbeda juga dialami oleh para pelajar dan mahasiswa. Seluruh kegiatan pembelajaran termasuk kegiatan sosialisasi di dalam dan luar kampus harus diadakan secara jarak jauh sebagai bentuk upaya pemutusan rantai penyebaran COVID-19.

Berbagai kegiatan dengan tujuan bersosialisasi dan memperkuat soft skills kehilangan kesempatan melakukan program secara offline. Transformasi yang terjadi di lingkup organisasi dan komunitas ini memunculkan pertanyaan, “apakah organisasi dan komunitas masih menjadi pilihan pelajar serta mahasiswa untuk bersosialisasi dan memperkaya skills di masa pandemi ini?”

Amira Zahra, Leader dari Kejar Mimpi Depok, yaitu salah satu komunitas regional yang diinisiasi oleh CIMB Niaga mengatakan bahwa pada kegiatan Open Recruitment member baru untuk periode tahun 2022 yang diadakan pada bulan Januari 2022 lalu berhasil menghimpun lebih dari 110 pendaftar.

“Awal pembukaan masa recruitment, saya cukup khawatir terkait jumlah pendaftar nantinya. Meskipun Kejar Mimpi Depok baru saja mendapatkan penghargaan sebagai The Most Bonding oleh Kejar Mimpi CIMB Niaga, namun karena dari Kejar Mimpi Depok pasti memiliki target pendaftar, pasti ada rasa takut tidak tercapainya target yang telah ditetapkan. Namun, ternyata hasilnya melampaui ekspektasi, pendaftar mencapai target yang telah kami tetapkan.” Ungkap Amira.

Selain itu, Amira juga menceritakan bahwa pada tanggal 19 Maret lalu, Kejar Mimpi Depok mengadakan sesi Live Instagram yang bertajuk “Live to Share: Mengejar Mimpi Melalui Prestasi”, Kejar Mimpi Depok berhasil menghimpun 170 viewers pada sesi Live Instagram dengan narasumber Juara 1 Puteri Duta GenRe DKI Jakarta, Awardee Beasiswa Kejar Mimpi at CIMB Niaga & Employer Branding Intern at CIMB Niaga, serta Best Personality Mahasiswa UNJ tersebut.

Komunitas Kejar Mimpi Depok saat online meeting. | Dokumentasi oleh Zahra Kaltsum

“Selain itu, saat ini Kejar Mimpi Depok telah memiliki lebih dari 15 community dan media partner yang tengah bekerja sama serta berkolaborasi dengan Kejar Mimpi Depok sejak bulan Februari lalu.” Tambah Amira saat diwawancarai pada tanggal 26 Maret lalu.

Pencapaian yang didapatkan oleh Kejar Mimpi Depok tersebut cukup membuktikan bahwa eksistensi serta popularitas dari organisasi dan komunitas masih sangat baik di tahun kedua masa pandemi ini.

Selain itu, kegiatan lain yang sangat diminati oleh mahasiswa pada masa pandemi saat ini adalah program magang.

“Dengan banyaknya keuntungan yang diberikan dalam mengikuti magang, saya rasa program magang juga bisa menjadi salah satu pilihan mahasiswa untuk memperkaya skills yang dimiliki. Terlebih pada saat ini diadakan program magang Kampus Merdeka oleh Kemendikbud, program tersebut cukup memudahkan mahasiswa untuk memperkaya pengalamannya dengan terjun langsung ke dunia kerja. Namun, saya rasa dengan mengikuti organisasi cukup memberikan bekal kuat sebelum mengikuti program magang yang diadakan.” Ungkap Cita, salah satu peserta magang program Kampus Merdeka di Kumparan.

Meskipun dengan keterbatasan ruang untuk beraktivitas dikarenakan situasi pandemi, berbagai kegiatan seperti organisasi dan komunitas terbukti masih dapat berjalan baik secara daring maupun luring terbatas dengan dukungan generasi muda yang aktif dan haus akan ilmu serta pengalaman.