Mahasiswa KKN UAD Bantu Penyandang Disabilitas Membudidayakan Ikan Lele Di Pace

mahasiswi Universitas Ahmad Dahlan
Tulisan dari zahroh rafika sari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) tergaabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler periode ke-101 unit XXVII.B.2, telah mengadakan program pendampingan kaum penyandang disabilitas dalam membudidayakan ikan lele di wilayah Padukuhan Pace, Kelurahan Candirejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunung Kidul pada hari Rabu, 8 Februari 2023. Acara ini diselenggarakan bertujuan untuk mendukung dan memotivasi kaum penyandang disabilitas untuk tetap semangat menjalani hidup di tengah keterbatasannya sebagai kaum penyandang disabilitas.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa UAD memberikan edukasi dan pelatihan kepada Mas Anggit sebagai seorang penyandang disabilitas yang berusia 27 tahun tentang bagaimana cara membudidayakan ikan lele sehingga hasil dari budidaya ikan lele tersebut bisa dipasarkan dan dapat membantu perekonomian keluarganya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari misi kami sebagai Mahasiswa KKN dan Mas Nugroho sebagai Kader Lingkungan Hidup untuk memberikan sebuah pengalaman dan motivasi bagi masyarakat sekitar agar selalu merasa bersyukur atas apa yang tuhan berikan, memberikan masyarakat pemahaman untuk selalu membantu masyarakat lain dalam mengembangkan kemampuan mereka sebagai kaum penyandang disabilitas.
Masyarakat di Padukuhan Pace merespon positif program ini dan merasa termotivasi dengan adanya program ini. Sebagaimana terdapat masyarakat yang mengungkapkan, “kami sangat senang melihat mahasiswa KKN juga memperhatikan seorang penyandang disabilitas untuk bisa berwirausaha di tengah keterbatasannya”.
Kegiatan seperti ini haruslah diperhatikan karena selain Mas Anggit sebagai kaum penyandang disabilitas merasa termotivasi dan terbantu, masyarakat pun merasa senang dan termotivasi akan adanya program kerja seperti ini. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan bisa menjadi program yang diperhatikan lagi oleh pemerintah.
