Konten dari Pengguna

Hijab Masa Kini: Mencari Keseimbangan antara Gaya dan Syariat

Zahrotun Nida Khanuna

Zahrotun Nida Khanuna

Mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Surabaya

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Zahrotun Nida Khanuna tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto oleh cottonbro studio dari Pexels: https://www.pexels.com/id-id/foto/seorang-wanita-mengenakan-kerudung-hitam-9880856/
zoom-in-whitePerbesar
Foto oleh cottonbro studio dari Pexels: https://www.pexels.com/id-id/foto/seorang-wanita-mengenakan-kerudung-hitam-9880856/

Dunia fashion muslimah terus mengalami perubahan, yang menghasilkan berbagai tren yang menarik dan kontemporer. Namun, sejauh mana gaya berpakaian muslimah saat ini masih sesuai dengan prinsip agama di tengah hiruk pikuk tren yang berkembang pesat?

Pashmina yang longgar, turban yang kadang-kadang hanya menutupi sebagian kepala, dan hijab segi empat yang diikat dengan cara tertentu seringkali membuat bagian leher dan dada terlihat. Ini adalah salah satu masalah yang sering dibicarakan tentang tren hijab yang cenderung membuat bagian leher dan dada terlihat.

Hal ini menimbulkan perdebatan di kalangan muslimah. Sebagian berpendapat bahwa tren tersebut bertentangan dengan aturan agama yang mengharuskan wanita muslimah menutup aurat, termasuk dada dan leher. Mereka juga khawatir bahwa tren tersebut dapat menyebabkan pelecehan seksual dan pelanggaran moral.

Sebagian lain berpendapat bahwa tren tersebut merupakan cara ekspresi diri yang tidak melanggar syariat. Mereka berpendapat bahwa hijab yang menutupi sebagian leher dan dada masih dapat diterima jika tetap sopan dan tidak memperlihatkan lekuk tubuh.

Memahami makna dan tujuan berhijab sangat penting dalam diskusi ini. Hijab bukan sekadar aksesori mode; itu adalah simbol ketaatan terhadap perintah Allah SWT dan penghormatan terhadap diri sendiri.

Dalam hal ini, wanita muslimah harus:

  • Meneliti kembali makna dan tujuan berhijab

  • Memilih model hijab yang sesuai dengan syariat dan menutupi seluruh aurat, termasuk leher dan dada.

  • Menjaga kesopanan dan tidak berpakaian terlalu ketat.

Dalam Al-Quran, Allah SWT berfirman dalam surat An-Nur ayat 31: "Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa tampak). Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya..."

Ayat ini menunjukkan bahwa wanita muslimah dianjurkan untuk menutup aurat, termasuk dada, dan tidak menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami, keluarga dekat, atau wanita muslim lainnya.Meskipun gaya berpakaian muslimah selalu berubah, penting untuk menjaga keseimbangan antara syariat dan gaya. Semoga kita dapat menemukan cara untuk menggabungkan nilai-nilai agama dengan kemajuan mode muslimah kontemporer.

Penting untuk diingat bahwa setiap orang memiliki pemahaman dan interpretasi yang berbeda tentang syariat. Namun, dalam konteks tren berpakaian muslimah saat ini, penting untuk selalu mengedepankan nilai-nilai agama dan menjaga kesopanan dalam berpakaian.