Program SEPUHTI BBK 7 UNAIR Perkuat Kesadaran Cegah Hipertensi di Desa Sidorejo

Mahasiswa Keselamatan dan Kesehatan Kerja Universitas Airlangga
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Zahrotun Nurlita tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kesadaran warga Desa Sidorejo, Kabupaten Lamongan, terhadap pentingnya pengendalian risiko hipertensi menunjukkan peningkatan setelah hadirnya program kesehatan yang digagas oleh mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 UNAIR pada Rabu, 21 Januari 2026. Program kesehatan ini menyentuh sekitar 35 warga Dusun Sendangrejo, Desa Sidorejo. Melalui pendekatan edukatif dan aktivitas fisik terarah, masyarakat mulai memahami bahwa hipertensi dapat dicegah dan dikendalikan sejak dini.
Hipertensi selama ini menjadi persoalan kesehatan yang kerap diabaikan. Banyak warga menganggap tekanan darah tinggi sebagai konsekuensi alami yang diakibatkan oleh usia, sehingga pemeriksaan rutin dan pencegahan jarang menjadi prioritas bagi masyarakat umum. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan kualitas hidup, terutama pada kelompok lansia dan pra-lansia yang beresiko tinggi pada hipertensi.
Perubahan Pola Pikir dan Kebiasaan Sehat Warga
Program sosialisasi kesehatan yang dikombinasikan dengan senam cegah hipertensi menghadirkan pemahaman baru bagi masyarakat. Masyarakat mulai mengenali faktor pemicu hipertensi, memahami risiko komplikasi, serta menyadari pentingnya aktivitas fisik ringan yang dilakukan secara rutin. Senam yang diperkenalkan menjadi alternatif olahraga yang mudah dilakukan dan sesuai dengan kemampuan fisik warga.
Respons positif terlihat dari meningkatnya minat masyarakat untuk melakukan senam secara mandiri dan membiasakan diri menjaga pola hidup sehat. Interaksi aktif selama kegiatan juga menunjukkan tumbuhnya kesadaran kolektif bahwa pencegahan penyakit tidak menular memerlukan keterlibatan bersama.
Kontribusi Nyata terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Inisiatif mahasiswa BBK 7 UNAIR memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat desa. Upaya promotif dan preventif yang dilakukan berkontribusi langsung pada Sustainable Development Goals poin 3 mengenai Kehidupan Sehat dan Sejahtera, terutama dalam pengendalian penyakit tidak menular dan peningkatan kesejahteraan kelompok rentan.
Program kesehatan berbasis masyarakat seperti ini memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendorong pembangunan berkelanjutan. Kehadiran mahasiswa tidak hanya menjadi agen edukasi, tetapi juga katalis perubahan perilaku sehat yang berkelanjutan di tingkat desa.
Melalui pendekatan yang sederhana, aplikatif, dan berorientasi dampak, Desa Sidorejo mulai melangkah menuju masyarakat yang lebih sadar kesehatan. Program BBK 7 UNAIR membuktikan bahwa pengabdian mahasiswa mampu menghadirkan perubahan nyata yang selaras dengan agenda pembangunan kesehatan global.
