Menelusuri Pesona Wisata Hutan Mangrove Bintan yang eksotis

An enthusiast learner with experiences as a college student of Tourism Vocational Programme focused in Hospitality, Accommodation and Restaurant, Tour and Travel, Aviation, and MICE from University of Indonesia.
Konten dari Pengguna
7 Desember 2022 21:43
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Zahwa Diazmeyfa Prasetya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Bintan merupakan destinasi andalan di Kepulauan Riau. Berdiri sejak tanggal 17 Oktober 2001, Kabupaten Bintan terkenal dengan pariwisatanya. Bahkan pemasukan terbesar daerah berasal dari sektor wisata.
ADVERTISEMENT
Banyak yang menganggap Bintan adalah Maladewa nya Indonesia. Keindahan alam di pulau Bintan juga tidak kalah jika dibandingkan dengan Pulau Bali, Pulau Lombok, dan Kepulauan Seribu. Bintan menawarkan wisata adrenalin seperti surfing, snorkeling, bertualang dan ekowisata untuk pemuda-pemudi maupun keluarga.
Tercatat lebih dari jutaan turis manca negara mengunjungi Lagoi setiap tahunnya. Kawasan pariwisata Lagoi terletak di Bagian Utara Pulau Bintan, dan masuk ke dalam wilayah Kabupaten Bintan. Destinasi ini terkenal akan resor yang mewah, lapangan golf, dan keindahan pantainya yang menakjubkan.
Ada dua cara menuju ke Pulau Bintan. Kamu bisa pilih jalur laut atau langsung menggunakan jalur udara dari Jakarta.
Jalur Ferry
Terletak berseberangan dengan pelabuhan ferry dari Singapura dan Johor Bahru di Malaysia, sebagian besar pengunjung datang ke Bintan melalui jalur laut. Dari Singapura, terdapat 3 pilihan ferry (Penguin, Indo Falcon, dan Berlian / Webmaster)
ADVERTISEMENT
Jalur Udara
Untuk yang ingin lewat jalur udara, Kamu harus terbang dari Bandara Soekarno Hatta menuju Bandara Haji Fisabilillah. Ada dua maskapai penerbangan yang bisa kamu pilih, di antaranya Citilink dan Batik Air.
Aku punya satu rekomendasi destinasi wisata yang keren dan wajib kamu kunjungi jika ingin travelling ke Bintan.
Jalan utama menuju kawasan Bintan Mangrove. Foto: Zahwa Diazmeyfa Prasetya
zoom-in-whitePerbesar
Jalan utama menuju kawasan Bintan Mangrove. Foto: Zahwa Diazmeyfa Prasetya
Bintan Mangrove menjadi salah satu destinasi wisata mangrove di Indonesia yang sangat sejuk. Keindahan alam serta kemurnian daerah yang asri dan terjaga dengan baik mungkin menjadi salah satu alasan tempat ini diincar banyak wisatawan.
Wisata ini dikelola kelompok masyarakat dari kalangan nelayan, yaitu Iwan Winarto sebagai pimpinan kelompok masyarakat pengelola wisata Bintan Mangrove.
Keindahan laut dengan pesisir Hutan Mangrove. Foto: Zahwa Diazmeyfa Prasetya
zoom-in-whitePerbesar
Keindahan laut dengan pesisir Hutan Mangrove. Foto: Zahwa Diazmeyfa Prasetya
Memasuki kawasan hutan ini harus melalui pemandu. Harga untuk menelusuri hutan ini perlu merogoh kocek Rp850.000 per orang. Sementara untuk anak usia 3-11 dihargai senilai Rp550.000 per anak. Harga tersebut sudah termasuk ljaket pelindung/pelampung dan speedboat. Nanti kamu akan diarahkan untuk menggunakan speedboat milik masyarakat setempat yang memang sekaligus sering dipakai wisatawan untuk menyusuri keindahan hutan mangrove dalam durasi satu jam setengah. Salah satu pengemudi speedboat, Hajidin menyebut "hutan mangrove ini bukan hanya jadi tempat wisata, tetapi juga sumber kehidupan berbagai satwa darat maupun air."
ADVERTISEMENT
Menikmati keindahan alam Pulau Bintan sambil menikmati sore hari dan menyusuri sungai air payau di belantara hutan mangrove pastinya jadi pengalaman yang seru. Apalagi jika sudah menjelang malam bisa melihat matahari terbenam di tengah lautan.
Keseruan penulis bersama teman dan saudaranya. Foto: Zahwa Diazmeyfa Prasetya
zoom-in-whitePerbesar
Keseruan penulis bersama teman dan saudaranya. Foto: Zahwa Diazmeyfa Prasetya
Buat para traveler yang ingin mencoba pengalaman menyusuri hutan di malam hari, jangan takut karena adanya ribuan kunang-kunang yang berkelap-kelip di dahan pohon mangrove. Mereka akan muncul saat langit sudah gelap. Benar-benar pengalaman yang mengagumkan bukan?
Ketika di tengah hutan, kamu akan melihat “penghuni” hutan mangrove yaitu monyet, sarang lebah, serta ular sanca. Di sini juga terdapat puluhan jenis bakau yang tumbuh di Bintan Mangrove, seperti spesies Rhizophora, Bruguiera, Xylocarpus.
Hutan ini menjadi salah satu penghasil kayu jati. Batang pohon jati berwarna cokelat dan ukurannya sangat besar, tetapi di bagian dalamnya berwarna merah. Selain itu, banyak sekali buah mangrove yang kaya manfaat sebagai obat kuat. Buah Nipah juga dapat ditemui di sini yang biasa digunakan sebagai bahan dasar pembuatan gula merah. Namun, kamu harus berhati - hati karena di sini juga terdapat buah bintaro atau biasa disebut masyarakat setempat pong-pong yang merupakan buah beracun. Jadi, pastikan bertanya terlebih dahulu ya demi keselamatan.
ADVERTISEMENT
Sebenarnya, Wisata Bintan Mangrove dibuka untuk mengkampanyekan pelestarian lingkungan. Selain itu, juga untuk menjaga kelestarian, ekosistem, dan habitat pohon bakau dari kerusakan alam. Di balik rimbunnya hutan bakau, tempat wisata ini merupakan kawasan konservasi dugong, kuda laut, penyu, dan padang lamun.
Jika kamu ingin melihat lebih lanjut keindahan dan pemeliharaan ekosistem di Bintan, sekarang akses menuju ke destinasi-destinasi wisata di sini sangat mudah. Sudah banyak jasa sewa mobil, serta bus yang bisa dengan mudah kalian temukan. Bahkan, sebagian besar resor yang ada di Bintan sudah dilengkapi dengan shuttle bus. Tentunya juga penyewaan sepeda motor di sepanjang pulau bagi kamu yang merasa lebih nyaman mengeksplorasi Bintan dengan kendaraan roda dua.
Menikmati dan menyusuri lautan lepas di Bintan. Foto: Zahwa Diazmeyfa Prasetya
zoom-in-whitePerbesar
Menikmati dan menyusuri lautan lepas di Bintan. Foto: Zahwa Diazmeyfa Prasetya
Bagaimana? Menarik bukan? bagi kamu yang ingin merasakan sensasi petualangan sekaligus hiburan, Bintan adalah opsi yang paling tepat untuk mendapatkan liburan yang mengesankan.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020