Cara Mengatasi Lupa dalam Kesulitan Belajar: Psikologi Pendidikan

Mahasiswi aktif UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Zahwatunissa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kesulitan dalam belajar adalah ketika ada hambatan dalam proses belajar yang menghalangi seseorang untuk berhasil atau gagal mencapai tujuan belajarnya. Kesulitan dalam belajar juga bisa diartikan dengan kondisi seseorang yang tidak dapat belajar dengan wajar karena adanya hambatan dan gangguan dalam belajar. Pada umumnya setiap orang pasti pernah mengalami lupa, terutama dalam proses belajar. Apa yang dimaksud dengan lupa? Bagaimana cara mengatasinya?
Apa yang dimaksud lupa?
Lupa merupakan kondisi seseorang tidak dapat mengingat kembali apa yang pernah mereka pelajari atau alami. Lupa biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu hal yang diamati, situasi dan cara mengamati, hal yang terjadi dalam periode tertentu, serta situasi penyebab ingatan tersebut. Lupa yang biasa terjadi pada seseorang memiliki beberapa penyebab, antara lain karena adanya ganguan konflik, adanya tekanan terhadap ingatan, adanya perubahan situasi, adanya perubahan minat atau sikap.
Kapan saja waktu terjadinya lupa?
Secara umum lupa dapat terjadi ketika seseorang sudah berusia lanjut dan mengalami kepikunan. Lupa juga dapat terjadi ketika seseorang dalam pengaruh alkohol. Lupa juga dapat terjadi ketika seseorang menderita hipotiroid, alzheimer, depresi, atau penderita penyakit lainnya. Lupa dalam belajar juga dapat terjadi ketika seseorang dalam keadaan kelelahan karna waktu belajar yang berlebih.
Usaha apa yang dilakukan untuk mengurangi lupa?
Lupa sesungguhnya peristiwa yang manusiawi dan wajar bila terjadi, namun tentu saja akan sangat menggangu saat proses belajar. Maka upaya terbaik untuk mengurangi lupa tentu dengan meningkatkan daya ingat akal. Barlow, Reber, dan Anderson mengatakan terdapat beberapa usaha untuk meningkatkan daya ingat akal, yaitu:
Overlearning atau belajar lebih.
Extra study time atau tambahan waktu belajar.
Mnemonic device atau muslihat memori.
Selain kiat-kiat di atas, seorang pengajar juga dapat membatu siswanya dalam mengurangi lupa.
Dengan cara meninggakatkan motivasi belajar siswa dan mengingatkan mereka akan tujuan belajar yang harus dicapai.
Mulai mengajarkan dari unsur-unsur pokok bahasan sebelum memberikan unsur-unsur penunjang.
Memberikan relvansi hubungan antara materi yang sedang di ajarkan dengan materi yang telah diajarkan sebelumnya.
