Mengetahui Maksud dari Pertumbuhan dan Perkembangan Pada Anak

Mahasiswi aktif UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Zahwatunissa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Manusia memiliki fase yang berhubungan satu sama lain seperti pertembuhan dan perkembangan. Pertumbuhan merujuk pada peningkatan ukuran fisik, seperti tinggi dan berat badan. Pertumbuhan juga mencakup perubahan yang semakin sempurna pada sistem jaringan saraf. Perkembangan adalah proses perubahan kualitatif yang mengacu pada kualitas fungsi organ-organ jasmani, bukan hanya perubahan organ saja sedangkan perkembangan terjadi secara bertahap dan berkelanjutan, mulai dari lahir sampai mati.
Perkembangan lebih berkaitan dengan kemampuan fungsional dan keterampilan. Perkembangan dan pertumbuhan pada manusia memiliki pengaruh akan psikomotorik pada manusia. Bahasa, sosial dan emosi, inteligensi atau kognitif, dan moral dan agamanya semuanya mengalami perubahan ini. Orang berkembang sepanjang hidupnya. Ini menunjukkan bahwa manusia berkembang melalui berbagai fase secara bertahap. Fase prenatal, fase bayi, fase bayi awal, fase bayi tengah, fase akhir, dan fase remaja, misalnya.
Fase Fase Pertumbuhan dan Perkembangan
Pertumbuhan dan perkembangan merupakan proses yang saling bergantung satu sama lain dan tidak dapat dipisahkan.
Masa Prenatal (konsepsi-lahir)
a. Masa embrio: konsepsi-8 minggu
b. Masa janin: minggu-kelahiran
Masa pascanatal
a. Masa neonatal usia 0-28 hari
1) Neonatal dini (perinatal):0-7 hari
2) Neonatal lanjut:8-28 hari
b. Masa bayi
1) Masa bayi dini:1-12 bulan
2) Masa bayi akhir:1-2 tahun
Masa prasekolah (usia 2-6 tahun)
a. prasekolah awal (masa balita): mulai 2-3 tahun
b. prasekolah akhir:4-6 tahun
Masa sekolah atau masa pubertas, terbagi atas:
a. wanita: 6-10 tahun
b. Laki-laki: 8-12 tahun
Masa adolensi atau masa remaja, terbagi atas:
a. Wanita: 10-18 tahun
b. Laki-laki:12-20 tahun.
Masa remaja atau masa pubertas adalah masa transisi dan tumpang tindih. Itu disebut sebagai transisi karena itu adalah masa peralihan antara masa kanak-kanak dan masa remaja. Itu juga disebut sebagai tumpang tindih karena beberapa karakteristik biologis-psikologis anak tetap ada bersama dengan karakteristik remaja. Oleh karena itu, masa puber mencakup akhir masa kanak-kanak dan awal masa remaja. Selama masa pubertas, perubahan hormon menyebabkan perubahan yang berbeda. Perubahan ini dapat membuat seseorang tidak stabil, marah, tersinggung, dan melamun dengan cepat, tetapi juga dapat membuat mereka gembira, tertawa, atau menangis. Seorang anak juga mulai menunjukkan minat pada lawan jenis pada masa pubertas.
