Konten dari Pengguna

Menyingkap Mitos Kawah Naga: Pesona Wisata Air Panas Tersembunyi di Sudut Anyer

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Zaenal Mustofa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kawah Naga, Kampung Kareo, Anyer, Serang, Banten. Foto: Dok.Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Kawah Naga, Kampung Kareo, Anyer, Serang, Banten. Foto: Dok.Pribadi

Bicara soal wisata di Anyer, selalu ada hal menarik yang membuat kita kagum dan penasaran untuk berkunjung. Di balik kawasan pesisirnya, ternyata tersembunyi sebuah keajaiban geologis yang begitu tenang, tepat di tengah area persawahan dan perkebunan Kampung Kareo, Desa Sindangkarya, Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang, Banten, berdiri sebuah fenomena alam yang menarik, penuh misteri dan cerita mitos yang melekat bernama Kawah Naga. Keberadaan kawah ini rupanya bukanlah hal baru dalam rekam sejarah; keberadaannya bahkan telah tercatat dalam dokumen sejarah sejak muncul di Jurnal Alam Hindia Belanda tahun 1857 serta terpetakan secara rinci dalam peta arsip kolonial Belanda sejak tahun 1887. Berjarak sekitar 300 meter dari jalan utama desa, manifestasi panas bumi alami ini menawarkan pesona geologis yang langka dan kaya akan nilai historis.

Kawah Naga, Kp.Kareo, Anyer @2026 Dok.Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Kawah Naga, Kp.Kareo, Anyer @2026 Dok.Pribadi

​Bentuk fisik Kawah Naga terbilang unik dan alami. Kawah ini memiliki kolam mungil berdiameter sekitar tiga meter dengan kedalaman kurang lebih satu meter, tempat air hangatnya terus-menerus mengeluarkan gelembung gas ke permukaan. Air hangatnya yang berkilau tampak kontras di tengah kepungan bentang alam persawahan. Di sekeliling kolam, bentukan batu karang berwarna kuning keemasan memberikan tekstur alami yang memikat. Sebatang pohon rindang berdiri tegak tepat di atasnya, menaungi permukaan air sekaligus menciptakan pola bayangan yang menyejukkan.

​Atmosfer di sekitar kawah terasa begitu menenangkan. Suara gemericik air berpadu harmonis dengan kicauan burung dan hembusan angin sepoi-sepoi. Uap air yang membubung perlahan membawa aroma belerang tipis, mempertegas sensasi berendam di spa alami. Pematang sawah berbentuk melingkar di sekeliling kawah memberikan sudut pandang 360 derajat yang memukau ke arah perbukitan sekitarnya.

​Secara geologis, gelembung gas yang terus keluar membuat air di Kawah Naga tampak mendidih dengan letupan kencang, namun suhunya tetap ramah dan hangat di kulit. Masyarakat setempat meyakini adanya jaringan urat magma dari perut bumi yang menghubungkan kawasan ini dengan Gunung Krakatau. Selain fenomena ilmiahnya, nama Kawah Naga juga erat dengan mitos masyarakat setempat tentang kisah naga penunggu Gunung Pabeasan yang dipercaya turun untuk mandi di tempat ini setiap malam bulan purnama. Kawah ini juga dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Letaknya yang berada di dekat saluran air Cikaraha membuat tempat ini juga kerap dikenal sebagai Kawah Cikaraha.

Pematang sawah tempat kawah Naga berada, Kp.Kareo, Anyer @2026. Dok.Pribadi

​Secara status, Kawah Naga bukanlah sebuah tempat wisata komersial maupun fasilitas pemandian umum yang dikelola secara bisnis, melainkan murni sebuah fenomena alam unik yang berada di atas tanah milik warga setempat. Keberadaan potensi alam ini menjadi penanda kuat akan besarnya daya tarik wisata alternatif di luar wisata pesisir pantai Anyer.

Bagi pengunjung yang berencana menikmati keindahan Kawah Naga, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan. Karena lokasi ini merupakan fenomena alam murni di atas lahan milik warga dan belum dikelola secara komersial, tidak ada biaya tiket masuk maupun tarif retribusi resmi. Kendaraan dapat diparkir di pekarangan pemukiman sekitar dengan terlebih dahulu meminta izin secara sopan kepada pemilik lahan.

Mengingat fasilitas umum belum tersedia, pengunjung disarankan membawa perlengkapan mandi, pakaian ganti, serta obat-obatan pribadi secara mandiri. Untuk mendukung keberlanjutan ekonomi warga setempat, sangat dianjurkan untuk membeli makanan dan minuman di warung desa yang menawarkan harga ramah khas perdesaan.

​Menjaga kelestarian lingkungan dan menghormati adat lokal menjadi kunci utama saat berkunjung ke kawasan ini. Pengunjung wajib menjunjung tinggi norma kesopanan masyarakat sekitar serta membawa pulang kembali sampah masing-masing demi menjaga keasrian ekosistem kawah. Pada akhirnya, Kawah Naga bukan sekadar keajaiban geothermal yang menawan, melainkan perpaduan utuh antara keindahan bentang alam, rekam jejak sejarah yang melintasi zaman, serta kearifan lokal yang patut kita jaga dan lestarikan bersama.