Magang Bukan Sekadar Bekerja: Belajar Bertanggung Jawab di Dunia Profesional

Saya adalah Mhasiswa D4 Akuntansi Perpajakan
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Zaki Septian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagi sebagian mahasiswa, magang mungkin hanya dianggap sebagai salah satu kewajiban sebelum menyelesaikan pendidikan. Namun, bagi saya, magang merupakan kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana ilmu yang selama ini dipelajari di bangku kuliah diterapkan dalam dunia kerja.
Sebagai mahasiswa Program Studi Akuntansi Perpajakan Universitas Pamulang, saya mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan kegiatan magang di PT Link Net Tbk, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi dan teknologi informasi. Dalam kegiatan tersebut, saya ditempatkan pada bagian Dispatch.
Pada awalnya, pekerjaan Dispatch mungkin terlihat tidak memiliki hubungan langsung dengan bidang Akuntansi Perpajakan. Namun setelah menjalaninya, saya menyadari bahwa dunia kerja tidak hanya membutuhkan kemampuan yang sesuai dengan jurusan, tetapi juga membutuhkan ketelitian, kedisiplinan, kemampuan mengolah data, komunikasi, dan tanggung jawab.
Belajar dari Pekerjaan yang Membutuhkan Ketelitian
Bagian Dispatch memiliki peran dalam membantu mengatur dan memantau pekerjaan agar dapat berjalan sesuai dengan informasi, jadwal, dan penugasan yang telah ditentukan. Data pekerjaan harus diperhatikan dan diperbarui dengan tepat karena informasi tersebut berkaitan dengan proses pekerjaan di lapangan.
Hal tersebut mengajarkan saya bahwa sebuah pekerjaan yang terlihat sederhana sekalipun dapat memiliki pengaruh terhadap pekerjaan lainnya. Kesalahan dalam mengelola informasi dapat menyebabkan terjadinya kesalahpahaman atau menghambat proses pekerjaan.
Dari pengalaman tersebut, saya belajar bahwa ketelitian bukan hanya diperlukan ketika mengerjakan soal atau tugas kuliah. Ketelitian merupakan salah satu sikap yang sangat penting ketika seseorang sudah memasuki dunia profesional.
Ilmu Kuliah Tidak Berhenti di Ruang Kelas
Salah satu hal menarik yang saya rasakan selama magang adalah bagaimana kemampuan yang diperoleh selama perkuliahan dapat digunakan dalam pekerjaan sehari-hari.
Kemampuan menggunakan komputer, mengolah data, menggunakan Microsoft Excel, melakukan administrasi, serta menyusun informasi secara sistematis menjadi kemampuan yang membantu dalam menjalankan tugas sebagai Dispatch.
Dari sini saya memahami bahwa pembelajaran di perguruan tinggi bukan hanya tentang mendapatkan nilai. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama kuliah sebenarnya merupakan bekal untuk menghadapi berbagai situasi di dunia kerja.
Bahkan ketika pekerjaan yang dilakukan tidak secara langsung berkaitan dengan perpajakan, kemampuan dasar yang diperoleh dari perkuliahan tetap dapat diterapkan.
Dunia Kerja Mengajarkan Hal yang Tidak Selalu Ada di Buku
Ada banyak hal yang tidak bisa sepenuhnya dipelajari hanya melalui teori.
Selama magang, saya belajar bagaimana mengikuti prosedur perusahaan, menerima arahan dari atasan, berkoordinasi dengan rekan kerja, menyelesaikan pekerjaan sesuai waktu yang ditentukan, dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.
Pengalaman tersebut memberikan pemahaman bahwa dunia kerja memiliki ritme dan tanggung jawab yang berbeda dengan kehidupan sebagai mahasiswa.
Di bangku kuliah, kesalahan mungkin dapat diperbaiki melalui tugas berikutnya. Namun di lingkungan kerja, setiap pekerjaan memiliki proses dan pihak lain yang dapat bergantung pada informasi yang kita kerjakan. Karena itu, tanggung jawab menjadi bagian penting dari profesionalisme.
Komunikasi Juga Menjadi Kunci
Pekerjaan Dispatch tidak hanya berhubungan dengan data, tetapi juga membutuhkan komunikasi dan koordinasi dengan pihak yang melaksanakan pekerjaan maupun pihak lain yang membutuhkan informasi mengenai perkembangan pekerjaan.
Hal tersebut membuat saya menyadari bahwa kemampuan komunikasi memiliki peranan yang sama pentingnya dengan kemampuan teknis.
Seseorang mungkin memiliki kemampuan mengolah data dengan baik, tetapi apabila tidak mampu menyampaikan informasi dengan jelas, pekerjaan tetap dapat mengalami hambatan.
Karena itu, pengalaman magang membuat saya melihat bahwa seorang mahasiswa perlu mempersiapkan dua hal sekaligus: hard skill dan soft skill.
Magang sebagai Persiapan Menghadapi Dunia Kerja
Bagi mahasiswa, kegiatan magang seharusnya tidak hanya dipandang sebagai formalitas untuk memenuhi kewajiban akademik.
Magang merupakan kesempatan untuk mengetahui bagaimana sebenarnya lingkungan kerja berjalan. Mahasiswa dapat belajar mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, komunikasi, koordinasi, pengolahan data, hingga cara beradaptasi dengan lingkungan profesional.
Pengalaman magang di PT Link Net Tbk memberikan saya gambaran bahwa memasuki dunia kerja membutuhkan lebih dari sekadar ijazah. Kemampuan untuk belajar, beradaptasi, bekerja sama, dan bertanggung jawab juga menjadi bagian penting yang harus dimiliki.
Pada akhirnya, saya menyadari bahwa magang bukan hanya tentang menyelesaikan pekerjaan yang diberikan. Lebih dari itu, magang merupakan proses untuk membentuk pola pikir dan sikap profesional sebelum benar-benar memasuki dunia kerja.
Bagi saya, pengalaman tersebut menjadi salah satu bekal penting untuk terus berkembang setelah menyelesaikan pendidikan.
