Mahasiswa KKN-T IPB Laksanakan "PAHAM” untuk Tekan Pernikahan Dini di Pagerbatu

Mahasiswa IPB University Angkatan 59, Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Zakia Lailatu Rahma tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pandeglang, Banten – Pada 25 Juli 2025, delapan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi IPB University menginisiasi program PAHAM (Peran Ayah dalam Hak Anak dan Masa Depan) di Kelurahan Pagerbatu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang. Program ini juga merupakan hasil kolaborasi bersama Yayasan Pembangunan Citra Insan Indonesia (YPCII) dan bidan wilayah Pagerbatu.
Tujuan utama program PAHAM adalah meningkatkan keterlibatan ayah dalam pemenuhan hak anak, sekaligus memberikan edukasi tentang pencegahan pernikahan dini. Fokusnya adalah memastikan pemenuhan 10 hak anak mulai dari hak mendapatkan identitas, pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan dari kekerasan serta membekali para ayah dengan wawasan tentang resiko menikah di usia terlalu muda.
Ketua Kelompok KKN-T, Fadhli Aulia Rahman, mengungkapkan bahwa ide program ini berawal dari hasil diskusi dengan YPCII dan tenaga kesehatan setempat. Berdasarkan pengamatan, keputusan pernikahan anak di Pagerbatu sering berada di tangan ayah. “Ayah memegang peran penting dalam pengambilan keputusan, sehingga perlu dibekali pemahaman tentang resiko pernikahan dini dan pentingnya pola asuh yang responsif,” ujar Fadhli.
Program PAHAM dilaksanakan di dua lokasi, yaitu Kampung Paku Haji Lebak dan Kampung Paku Haji Cagak. Rangkaian kegiatan dibagi menjadi beberapa sesi. Pertama, Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Remaja oleh bidan setempat, yang membahas dampak medis dan psikologis dari pernikahan dini. Kedua, sesi Kelas Ayah yang dipandu Pak Idrus dari YPCII, membahas pentingnya peran ayah dalam menunjang tumbuh kembang anak di 1000 hari pertama kehidupan.
Ketiga, Pemberian Materi yang membahas 10 Hak Anak berdasarkan Konvensi Hak Anak PBB 1978, yaitu hak untuk bermain, memperoleh pendidikan, mendapatkan perlindungan, rekreasi, makanan bergizi, jaminan kesehatan, identitas dan status kebangsaan, kesempatan berperan dalam pembangunan, serta persamaan tanpa diskriminasi. Edukasi disampaikan secara interaktif agar ayah memahami bagaimana pola asuh yang baik dapat memenuhi hak-hak tersebut.
Zakia Lailatu Rahma, salah satu anggota tim KKN-T dari Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, menambahkan bahwa pendekatan interaktif sengaja dipilih agar para ayah tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi juga dapat merasakan langsung bagaimana keputusan mereka berdampak pada masa depan anak. “Ketika ayah ikut terlibat aktif, peluang terciptanya keluarga yang harmonis dan ramah anak menjadi jauh lebih besar,” jelasnya.
Selanjutnya, di akhir sesi ditampilkan Video Edukasi Pencegahan Pernikahan Dini dan ditutup dengan Simulasi Pengambilan Keputusan yang dipandu oleh Zakia. Dalam sesi ini, peserta diajak melakukan permainan peran untuk membayangkan skenario kehidupan anak setelah menikah dini dibandingkan dengan anak yang menikah ketika sudah matang secara fisik, mental, dan finansial. Simulasi ini membuka wawasan peserta tentang konsekuensi jangka panjang dari keputusan yang diambil di keluarga, utamanya dalam hal pernikahan dini.
Tak lupa, untuk mengukur pemahaman peserta, dilakukan pre-test di awal dan post-test di akhir sesi. Hasilnya menunjukkan peningkatan kesadaran dan antusiasme peserta dalam pemenuhan hak anak, maupun pencegahan pernikahan dini. Melalui program ini, tim KKN-T IPB University berharap angka pernikahan dini di Pagerbatu dapat ditekan dan tercipta keluarga yang lebih ramah anak, sehingga generasi muda dapat tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki peluang yang lebih luas untuk melanjutkan pendidikan serta meraih masa depan yang lebih baik.
Berikut 8 Mahasiswa IPB University yang melaksanakan KKN di Kelurahan Pagerbatu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Banten.
1. Fadhli Aulia Rahman (Ketua Kelompok/Koordinator Desa)
2. Zakia Lailatu Rahma
3. Ardhi Jaya Satria
4. Ade Khairani Putri
5. Khansa Asiah Raissa
6. Thea Raina
7. Randin Faridah
8. M. Rifqi Keiza Syam
