Konten dari Pengguna

Pestisida Nabati Kulit Bawang: Inovasi BBK 8 UNAIR Karangdoro - Dukung SDG 12

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Zakir Anugrah Syahrir tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 8 Universitas Airlangga menyelenggarakan kegiatan sosialisasi pembuatan pestisida nabati berbahan dasar limbah kulit bawang merah pada Sabtu malam (01/08/2026). Acara ini berlangsung di kediaman Pak Saring, Ketua RW 02 Desa Karangdoro, dan dihadiri oleh puluhan anggota kelompok tani (poktan), pekebun, serta perwakilan perangkat balai desa setempat.

Dengan memanfaatkan media proyektor, tim mahasiswa memaparkan materi komprehensif mulai dari latar belakang masalah penggunaan pestisida kimia, kandungan senyawa aktif dalam kulit bawang merah, jenis hama sasaran, hingga langkah pembuatan pestisida alami secara mandiri. Selain itu, dipaparkan pula kelebihan serta kekurangan inovasi ini, termasuk pemanfaatan ampas hasil ekstraksi sebagai pupuk organik.

Inovasi pertanian ramah lingkungan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) serta SDG 15 (Ekosistem Daratan). Program ini mengedukasi masyarakat untuk meminimalkan limbah dapur sekaligus mengurangi ketergantungan pada zat kimia sintetis yang berpotensi merusak kesuburan tanah.

Masyarakat menyambut baik inisiatif tersebut. Pak Saring, selaku Ketua RW 02 sekaligus perwakilan petani, menyampaikan apresiasinya: "Terima kasih atas penjelasan mengenai pestisida bawang ini, saya yakin teman-teman poktan daerah sini yang telah mendengarkan juga paham mengenai manfaat dan inovasi yang kalian bawakan tadi."

Sosialisasi pemanfaatan pestisida nabati kulit bawang oleh mahasiswa BBK 8 UNAIR di Desa Karangdoro.