Konten dari Pengguna

Fenomena Sakit Kronis di Kalangan Artis Indonesia

Zaky Penulis Biografi

Zaky Penulis Biografi

Saya adalah Copywriter (Landing Page, Sales Page, Product Desciption, dll), Penulis Buku, Executive Editor, Konsultan Social Media/Strategi Komunikasi, Konsultan Branding (Personal atau Korporasi/Perusahaan).

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Zaky Penulis Biografi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Fenomena Sakit Kronis di Kalangan Artis Indonesia
zoom-in-whitePerbesar

Dokter Ryan Thamrin (Sumber Foto: Kumparan.com)

Berita wafatnya Dokter Ryan Thamrin pada hari Jumat (4/8/2017) lalu menghebohkan jutaan pemirsa acara kesehatan "Dr.OZ Indonesia" serta masyarakat. Menurut sepupunya, Doni Aprialdi, Ryan didiagnosa menderita maag selama satu tahun sebelum meninggal dan menjalani pengobatan di sejumlah rumah sakit di Pekanbaru dan Malaka. Sampai saat ini, sebagian masyarakat memperbincangkan wafatnya Dokter Ryan saat usia menapak 39 tahun.

Bukan hanya Dokter Ryan.Kematian mendadak Dokter Ryan menambah fenomena wafatnya artis di usia muda, meski sebelumnya tak terlihat sakit. Banyak yang tak percaya penampilan fisik seorang artis, harta yang berlebih dan didampingi tim manajer. Bagi sebagian orang, mustahil seorang artis/aktor atau selebritas menderita penyakit kronis. Logika sederhana, kesehatan-pola makan-olahraga seorang artis/aktor/selebritas pasti selalu terjaga, karena dengan pendapatan/kekayaannya, bisa mendeteksi potensi penyakit. Faktanya? Tak semudah itu. Gaya hidup, faktor genetik, pola makan, polusi, radiasi radikal bebas (toxin) tidak bisa mereka hindari.

Kematian mendadak Ryan Thamrin menambah daftar belasan artis Indonesia yang meninggal secara mendadak. Ada benar merah yang bisa ditarik. Semuanya akibat penyakit kronis yang tak terdeteksi. Kalaupun sudah terdeteksi, kondisinya sudah terlambat. Bisa karena kesibukan pekerjaan atau jadwal aktivitas syuting dan sebagainya yang terlampau padat. Selain Ryan Thamrin, berikut sejumlah artis yang meninggal dunia akibat penyakit kronis.

1. Budi Anduk. Pelawak Populer. Meninggal karena Paru-paru

Budi Anduk terkena kanker paru-paru stadium 4. Ia berpulang pada 11 Januari 2016 lalu di RS. Dharmais Jakarta.

2. Hendrik Ceper. Pelawak Bertubuh Mini. Tutup Usia karena Jantung

Pelawak yang memiliki tubuh mini ini didiagnosa menderita gangguan jantung dan ginjal sebelum meninggal pada Juni 2016.

3. Ade Namnung. Komedian. Wafat akibat Jantung

Komedian sekaligus presenter Syamsul Effendi atau dikenal Ade Namnung meninggal dunia, akibat serangan jantung pada 31 Januari 2012.

4. Ireng Maulana. Maestro Jazz Indonesia. Serangan Jantung

Ireng Maulana meninggal dunia di usia 71 tahun pada pukul 00.10 WIB, Minggu (6/3/2016) karena penyakit jantung.

5. Deddy Dores. Musisi Legendaris. Wafat akibat Jantung

Penyanyi ledendaris ini diketahui meninggal karena sakit jantung pada 17 Mei 2016 di Rumah Sakit Premier, Bintaro, Tangerang Selatan.

6. Mike Mohede. Penyanyi Jebolan Indonesia Idol. Meninggal akibat Jantung

Penyanyi berbadan tambun ini diketahui tak memiliki riwayat penyakit kronis dan tampak sehat sebelumnya. Artis ini meninggal karena serangan jantung di Rumah Sakit Premier, Bintaro.

7. Adjie Massaid

Adjie Massaid meninggal dunia setelah bermain sepakbola, Sabtu 5 Februari 2011 silam. Sebelum meninggal, Adjie mengeluh sakit di bagian dada dan menjalani perawatan di RS Fatmawati, Jakarta Selatan.

8. Agus Leo. Aktor. Meninggal akibat Infeksi Usus

Agus Leo adalah suami dari Misye Arsita. Aktor tampan ini wafat pada 12 April 2016 karena infeksi usus. Misye Arsita wafat pada November 2015 lalu.

9. Ricky Jo. Penyanyi dan Presenter. Meninggal Akibat Jantung

Penyanyi yang belakangan aktif sebagai presenter Ricky Jo, meninggal karena serangan jantung pada pada 22 Maret 2013. Sebelum meninggal, Ricky pun mengeluh dadanya sesak.

10. Irena Justine. Artis Muda. Serangan Jantung Merengut Nyawanya

Artis muda Irena Justine meninggal dunia di usia 22 tahun akibat jantung pada pukul 22.00 WIB, Kamis (26/5/2016) di Rumah Sakit Siloam.

11. Shinta Muin. Pemeran Hj. Maemunah sinetron 'Tukang Bubur Naik Haji' RCTI. Wafat akibat Jantung

Pemeran Hj. Maemunah dalam sinetron “Tukang Bubur Naik Haji” ini awalnya masih tampak sehat dan berjumpa dengan rekan-rekan artis lainnya. Namun artis senior berusia 68 tahun ini mengalami serangan jantung tiba-tiba. Ia sempat mengeluh capek hingga tak sadarkan diri. Shinta Muin pun meninggal dunia pada tanggal 20 September 2016.

Kenali Kesehatan Diri

Apa yang terjadi pada artis/aktor/selebritas juga bisa terjadi pada masyarakat. Terjadi pada diri kita sendiri. Sayangnya, tak semua dari kita atau orang di sekitarnya bisa mendeteksi tingkat kesehatan tubuh. Apakah sudah normal, terancam atau kronis. Dengan kemampuan mendeteksi bagaimana tubuh bekerja, maka akan membantu kita untuk memilih makanan, olahraga, dan pola hidup yang sesuai. Pada jangka panjang, pola hidup yang baik dan menopang sistem metabolisme kita akan menjauhkan tubuh dari penyakit–penyakit seperti kanker, diabetes, serangan jantung, alzheimer, dll.

Agar kita bisa mengenali, memonitor, sekaligus mengontrol bagaimana kondisi tubuh, maka kita perlu melakukan Analisa Genetika. Analisa Genetika menawarkan solusi yang akurat dalam menggali potensi kesehatan seseorang berdasarkan data yang tertulis pada gen seseorang.

Analisa Genetika memberikan informasi mengenai cara kerja tubuh seseorang terhadap metabolisme protein, vitamin, gula, dan mineral, serta latihan yang bermanfaat bagi tubuh serta potensi kesehatan lainnya. Setelah kita mengikuti serangkaian tes Analisa Genetika, maka kita mendapatkan rekomendasi perubahan gaya hidup dan apa yang harus kita lakukan untuk memaksimalkan potensi kesehatan langkah demi langkah.

Penyakit Kronis Bisa Dicegah

Kita semua meyakini bahwa mencegah itu lebih baik daripada divonis penyakit kronis. Lebih baik menjalani pencegahan gangguan penyakit kronis seperti kanker, diabetes, dan serangan jantung. Sejak awal tahun 2017, Integrated Therapeutic menggandeng Geneplanet menawarkan solusi untuk gangguan penyakit kronis yang berpotensi merengut nyawa seseorang, seperti dialami para selebritas diatas. Hal tersebut bisa dihindari jika kita bisa mendeteksi sejak dini analisa genetika. Fokus Integrated Therapeutic adalah di bidang kesehatan Anti Aging dan memiliki perhatian terhadap penyakit kronis. Solusi dari Integrated Therapeutic adalah tahapan pencegahan yang meliputi analisa resiko kesehatan seseorang berdasarkan untaian DNA-nya.

Proses yang dikerjakan cukup sederhana. Tim Integrated Therapeutic akan mengambil sampel DNA hanya melalui air liur dan ditampung dalam penampung khusus. Menariknya, pengambilan sampel bisa di rumah atau kantor. Kemudian, sampel akan dikirim ke laboratorium pusat di Eropa. Setelah dua bulan, hasil pemeriksaan akan dikirimkan melalui email.

Ada 110 gen yang diperiksa. Dua puluh diantaranya untuk mengetahui beberapa resiko penyakit seperti kanker, diabetes, dan jantung yang sebenarnya dapat dicegah dengan pola hidup yang benar dan sesuai genetika kita. Sisanya, sembilan puluh gen lainnya berfokus pada nutrisi dan metabolisme yang hasilnya menentukan pola diet, olahraga dan gaya hidup lain. Bila pola diet, olahraga dan gaya hidup lain diikuti, maka mampu menurunkan potensi atau mencegah timbulnya penyakit kronis.

Hasil analisa genetika dapat disimpan dan menjadi referensi kesehatan kita di masa mendatang. Demi pelayanan prima berkelanjutan, Integrated Therapeutic memberikan satu kali konsultasi gaya hidup secara gratis berdasarkan hasil analisa genetika Anda. Menatiknya, tes analisa genetika ini ditawarkan dengan harga yang cukup terjangkau dan tes ini hanya perlu dilakukan sekali seumur hidup.

Integrated Therapeutic yang bisa diakses di http://integratedtherapeutic.com/ telah meyakini Anda memiliki kemampuan dan kesadaran untuk mencegah penyakit kronis sejak dini, mulai hari ini. Kendalikan kesehatan Anda dengan mengetahui potensi kesehatan Anda. Dapatkan hidup jauh lebih sehat, lebih lama, dan lebih berkualitas. ***