Dari Botol Bekas Menjadi Karya: Bersama Anak-Anak SDN 02 Sijambe

Mahasiswa Program Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Zakya Qory Alfaatih tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi salah satu pengalaman yang memberikan banyak pelajaran bagi saya, terutama tentang bagaimana berinteraksi dan berbagi pengetahuan dengan masyarakat. Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah ketika kami mahasiswa KKN melaksanakan kegiatan edukasi pengelolaan sampah bersama siswa kelas 4, 5, dan 6 di SDN 2 Sijambe pada 15 Agustus 2026. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana untuk memberikan pengetahuan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi kami untuk mengajak anak-anak melihat sampah dari sudut pandang yang berbeda.
Selama ini sampah sering kali dianggap sebagai sesuatu yang sudah tidak berguna dan harus segera dibuang. Padahal beberapa jenis sampah masih dapat dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna maupun nilai estetika. Berangkat dari pemikiran tersebut, kami memilih kegiatan membuat prakarya dari sampah sebagai salah satu cara untuk mengedukasi anak-anak mengenai pentingnya pengelolaan sampah secara kreatif.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai sampah. Kami menjelaskan kepada siswa mengenai jenis-jenis sampah, pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, serta dampak yang dapat ditimbulkan apabila sampah tidak dikelola dengan baik. Namun, kami berusaha menyampaikan materi dengan cara yang sederhana dan interaktif agar mudah dipahami oleh anak-anak. Kami juga mengajak mereka untuk mulai membiasakan diri memilah sampah berdasarkan jenisnya. Dari kegiatan tersebut, kami berharap anak-anak dapat memahami bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik membuat prakarya. Anak-anak diajak untuk terlebih dahulu memilah sampah yang akan digunakan. Salah satu bahan utama yang kami manfaatkan adalah botol bekas minuman. Botol tersebut kemudian diolah dan dihias menjadi pot bunga. Anak-anak diberikan kesempatan untuk menuangkan kreativitas mereka masing-masing melalui warna, bentuk, dan hiasan yang mereka pilih. Suasana kegiatan menjadi semakin menyenangkan ketika anak-anak mulai sibuk membuat prakarya. Ada yang bekerja dengan penuh ketelitian, ada pula yang berkreasi dengan warna-warna yang cerah. Meskipun hasil setiap kelompok berbeda, justru perbedaan tersebut menunjukkan bahwa mereka memiliki kreativitas dan imajinasi masing-masing. Bagi kami, proses tersebut jauh lebih penting daripada sekadar menghasilkan sebuah pot bunga.
Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan pemahaman bahwa sampah tidak selalu berakhir sebagai sesuatu yang tidak berguna. Dengan kreativitas dan pengelolaan yang tepat, sampah dapat diubah menjadi barang yang memiliki manfaat dan nilai lebih baik. Botol bekas yang sebelumnya mungkin hanya dianggap sebagai limbah, kini dapat digunakan sebagai pot bunga yang dapat memperindah lingkungan sekolah maupun rumah.
Di akhir kegiatan, kami melakukan penilaian terhadap hasil prakarya yang telah dibuat oleh para siswa. Penilaian tersebut bukan semata-mata untuk menentukan siapa yang menghasilkan karya terbaik, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi terhadap keberanian dan kreativitas anak-anak dalam berkarya. Kami memberikan penghargaan sebagai motivasi agar mereka semakin percaya diri untuk berkreasi dan terus memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Pengalaman di SDN 2 Sijambe memberikan kesan tersendiri bagi saya selama menjalani KKN. Saya menyadari bahwa edukasi mengenai lingkungan tidak harus disampaikan dengan cara yang rumit. Melalui kegiatan sederhana, menyenangkan, dan melibatkan anak secara langsung, pesan tentang kepedulian terhadap lingkungan dapat lebih mudah diterima. Dari sebuah botol bekas, kami belajar bahwa sesuatu yang dianggap tidak berguna ternyata dapat menjadi karya yang bernilai. Lebih dari itu, kegiatan ini mengajarkan bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal kecil yaitu memilah, memanfaatkan kembali, dan tidak mudah menganggap sampah sebagai sesuatu yang tidak memiliki nilai.
