Refleksi Kebebasan dan Kehormatan dalam Drawata Vol. 7: “Pelacur yang Terhormat”

Mahasiswa di Universitas Pamulang, jurusan Sastra Indonesia.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Zalimah Adilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Tangerang Selatan — Program Studi Sastra Indonesia Universitas Pamulang kembali menggelar pementasan Drawata (Drama Warisan Tahunan) sebagai agenda rutin akademik. Pementasan Drawata Vol. 7 yang digelar pada 20 Desember 2025 ini menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya mahasiswa semester 5 kelas 05SIDP004 melalui Teater De La Lune menampilkan pertunjukan teater sebagai bagian dari tugas Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Telaah Drama II di bawah bimbingan dosen pengampu, Ibu Welcy Fine.

Dalam pementasan Drawata Vol. 7 Teater De La Lune menampilkan lakon “Pelacur yang Terhormat” adaptasi dari karya filsuf eksistensialis Prancis Jean-Paul Sartre. Pementasan ini menjadi wujud penerapan kajian drama secara langsung, dari analisis teks hingga perwujudan artistik di atas panggung. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teks drama secara teoretis, tetapi juga mampu mengaktualisasikannya ke dalam praktik pementasan yang utuh dan bermakna.
Secara naratif, Pelacur yang Terhormat menghadirkan kisah tentang dunia yang sejak awal tidak pernah adil. Kebenaran dan kejahatan tidak lagi berdiri dalam batas hitam dan putih. Cerita berpusat pada tokoh Lizzie, seorang perempuan yang hidup di kamar sempit dan diposisikan sebagai objek dengan nilai nominal, tanpa suara yang diakui oleh masyarakat. Ketika Lizzie menjadi saksi sebuah pembunuhan, dunia tidak pernah benar-benar peduli pada apa yang ia alami. Ia justru dihadapkan pada pilihan-pilihan kejam: siapa yang harus diselamatkan dan siapa yang harus dikorbankan.
Drama ini menyoroti tema kebebasan, absurditas hidup, dan tanggung jawab manusia atas pilihan yang diambilnya. Kehormatan, dalam lakon ini, tidak diukur dari kesucian moral semata, melainkan dari keberanian seseorang dalam memilih kebebasannya sendiri serta kesediaan menanggung konsekuensi dari pilihan tersebut. Melalui konflik batin Lizzie, penonton diajak merefleksikan realitas sosial yang sarat ketidakadilan dan penindasan.
Pementasan ini disutradarai oleh Muhammad Al-Musthafa Idris, dengan Reza Aulia Pratama sebagai pimpinan produksi. Peran-peran dalam lakon ini dimainkan oleh para aktor mahasiswa, yaitu Ananda Dwi Saskiya sebagai Lizzie, Muhammad Rizki Pahlevi sebagai Freud, Ikhsannudin Nur Amri sebagai Kolonel John, Surya Dwi Listyami sebagai Polisi Wanita, Sagito Puan Agustio sebagai Opsir, dan Candi Agus Pradana sebagai Gelandangan, yang berhasil menghidupkan ketegangan psikologis dan konflik eksistensial dalam cerita.
Kesuksesan pementasan ini juga didukung oleh kerja kolektif tim produksi. Zalimah Adilah bertugas sebagai bendahara dan Adinda Khaerunnisa sebagai sekretaris. Tata busana ditangani oleh Savitri Adinda Cahyanty dan Triana Rahmawati, sedangkan tata rias dikerjakan oleh Stevy Ira Marshanda dan Eliana Septian Dini. Bidang perlengkapan dikelola oleh Amanda Wulandari, Dessy Setyasih Santoso, dan Ichwan Rafliansyah.
Sementara itu, tata cahaya dan musik dipercayakan kepada Schellin dan Fikri Tri Agustin, yang berperan penting dalam membangun suasana dramatik di atas panggung. Tim dana usaha terdiri atas Adinda Gita Aprilia, Cinta Nabilah Syafaat, dan Farah Nur Faziah. Publikasi dan dokumentasi ditangani oleh Candi Agus Pradana, Desri, dan Fikri Tri Agustin. Untuk ticketing dan konsumsi, tim diisi oleh Arina Fitri A, Inne Azkia Agustin, dan Muhammad Fadhli Al-Fazwa, dengan Inne Azkia Agustin juga bertugas sebagai koordinator lapangan. Adapun humas dipegang oleh Sherla Apriyani, stage manager oleh Arina Fitri Abqariyyin, serta asisten sutradara oleh Dea Salma.
Melalui pementasan Pelacur yang Terhormat, mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Pamulang menunjukkan bahwa teater kampus tidak hanya menjadi sarana ekspresi seni, tetapi juga ruang refleksi kritis terhadap persoalan kemanusiaan, kebebasan, dan tanggung jawab moral. Pementasan ini sekaligus menjadi bukti konkret penerapan kajian drama dalam ranah akademik dan praktik pertunjukan.
