2 Remaja Cianjur Sakit TB Tulang, Terpaksa Ditandu 10 Km Imbas Jalan Rusak

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Siti Lestari (15) dan Erik Setiawan (16), warga Desa Cibuluh, ditandu sejauh 10 km dengan kain sarung dan bambu menuju fasilitas kesehatan di Cidaun, Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (5/9/2026). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Siti Lestari (15) dan Erik Setiawan (16), warga Desa Cibuluh, ditandu sejauh 10 km dengan kain sarung dan bambu menuju fasilitas kesehatan di Cidaun, Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (5/9/2026). Foto: Dok. Istimewa

Siti Lestari (15) dan Erik Setiawan (16), dua remaja asal Desa Cibuluh, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat harus ditandu sejauh 10 kilometer menggunakan kain sarung yang diikatkan pada dua bilah bambu untuk dapat sampai di fasilitas kesehatan.

Dua remaja penderita penyakit Tuberkulosis (TB) tulang dan Meningitis itu terpaksa ditandu, karena buruknya infrastruktur jalan yang rusak parah di wilayahnya.

Keluarga pasien secara bergantian menandu melewati jalan setapak dan jalan desa yang kondisinya rusak parah untuk mendapatkan layanan kesehatan di rumah sakit di wilayah Garut dan Kota Bandung.

Kepala Desa Cibuluh, Supriatna mengatakan kedua remaja penderita TB tulang dan Meningitis akut itu terpaksa ditandu sejauh 10 kilometer untuk sampai lokasi penjemputan oleh ambulan milik desa.

Siti Lestari (15) dan Erik Setiawan (16), warga Desa Cibuluh, ditandu sejauh 10 km dengan kain sarung dan bambu menuju fasilitas kesehatan di Cidaun, Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (5/9/2026). Foto: Dok. Istimewa

"Memang diakui, kondisi jalan di wilayah kami masih sangat buruk, rusak parah. Sehingga, sulit untuk diakses oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Kedua pasien tersebut, terpaksa ditandu sejauh 10 kilometer, hingga sampai ke titik penjemputan oleh mobil ambulan desa," kata Supriatna, kepada wartawan, Sabtu (5/9).

Supriatna mengungkapkan, kedua remaja itu sudah menderita sakit sekitar empat tahun lalu dan kesulitan untuk mendapatkan penanganan medis secara maksimal akibat jauhnya jarak tempuh ke lokasi fasilitas kesehatan.

"Untuk Siti dibawa berobat ke rumah sakit di wilayah Garut, dan Erik dibawa oleh keluarganya berobat di Kota Bandung. Keduanya terpaksa dibawa berobat ke fasilitas kesehatan di luar kota, karena memang jarak tempuh yang lebih dekat dibandingkan dengan membawanya ke fasilitas kesehatan di Cianjur," jelasnya.

Supriatna mengaku sangat terkendala anggaran untuk bisa membangun jalan. Alokasi anggaran yang ada tidak dapat diperuntukan seluruhnya ke pembangunan jalan.

"Saat anggaran masih Rp 1 miliar. Alokasi untuk jalan hanya 20 persen. Sedangkan jalan desa yang rusak sangat banyak. Ditambah sekarang anggaran terkena efisiensi, jadi lebih sulit lagi. Makanya sudah jadi hal yang sering terjadi warga sakit ditandu untuk berobat," kata dia.

Menurutnya, kondisi tersebut juga membuat ongkos berobat menjadi tinggi. Bahkan sedikitnya keluarga harus menyiapkan Rp 1 juta untuk ongkos kendaraan ke rumah sakit.

"Keluarga Eki sekali berangkat berobat itu habis Rp 1 juta. Kalau bolak-balik bisa habis lebih dari Rp 2 juta, belum termasuk biaya makan dan berobatnya," ujarnya.

Supriatna berharap pemerintah memperhatikan warga di pelosok Cianjur, agar tidak kesulitan mendapatkan akses kesehatan.

"Saya harap diperhatikan, ada bantuan yang turun. Tapi tidak hanya untuk jalan, termasuk biaya berobat untuk kedua warga kami ini," harapnya.

Siti Lestari (15) dan Erik Setiawan (16), warga Desa Cibuluh, ditandu sejauh 10 km dengan kain sarung dan bambu menuju fasilitas kesehatan di Cidaun, Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (5/9/2026). Foto: Dok. Istimewa

Camat Cidaun Gagan Rusganda, mengatakan pemerintah sudah berupaya untuk memperbaiki jalan di pelosok.

"Bahkan sebelumnya anggaran mencapai puluhan miliar dialokasikan untuk membangun jalan kabupaten di Cidaun dan Naringgul," kata Gagan.

Terkait warga yang ditandu tersebut, lanjut Gagan, disebabkan rumah dari keduanya yang melalui jalan setapak sehingga terpaksa ditandu.

"Kami kemarin juga turut bantu evakuasi warga yang sakit tersebut. Jalannya memang setapak, dan keduanya sudah tidak memungkinkan berjalan karena sakitnya. Sehingga ditandu," ujarnya.

Gagan menambahkan pihaknya akan mengusulkan bantuan untuk perbaikan jalan termasuk penanganan warga sakit tersebut.

"Untuk perbaikan jalan kami upayakan, akan diusulkan. Terkait Eki dan Siti sudah ditangani, bahkan BPJS-nya kemarin sudah kami lunasi agar bisa segera ditangani," pungkasnya.