Belarus Siap Pasok Pupuk hingga Alat Pertanian ke Indonesia

Presiden Belarus Alexander Lukashenko menyatakan negaranya siap memperluas kerja sama dengan Indonesia, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan. Belarus menawarkan peningkatan pasokan pupuk, alat pertanian, hingga pelatihan sumber daya manusia di bidang teknik.
Hal itu disampaikan Lukashenko dalam keterangan pers bersama (joint press statement) dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7). Lukashenko mengatakan, Belarus siap berkontribusi untuk mendukung kebutuhan Indonesia di sektor pertanian dan pangan.
"Belarus siap memberikan sumbangannya kepada Indonesia dalam persoalan ini, terlebih lagi untuk memberikan kebutuhan pangan. Kami siap menyalurkan pupuk lebih besar lagi, alat pertanian, teknik pertanian, dan sebagainya," ujar Lukashenko.
Ia menambahkan, Belarus memiliki pengalaman dalam industri alat berat pertanian yang telah terbukti di pasar internasional, termasuk di Rusia. Karena itu, negaranya membuka peluang kerja sama lebih luas dengan Indonesia.
"Seperti disampaikan Bapak Presiden, bahwa perusahaan Belarus kami sangat bagus sekali bekerja di pasar Rusia. Anda juga tertarik membahas perusahaan traktor dan perusahaan mobil Minsk," katanya.
Selain memasok produk industri, Lukashenko mengatakan Belarus siap membantu pengembangan sumber daya manusia Indonesia melalui pelatihan teknik.
"Kami siap tidak hanya menyampaikan, kami siap mengajarkan ribuan orang-orang Anda di bidang teknik, tidak hanya di Indonesia tapi juga di pabrik kami di Belarus," ujarnya.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia dan Belarus memiliki potensi yang saling melengkapi untuk memperkuat kerja sama di sektor ketahanan pangan.
"Kunjungan ini akan semakin memperkuat kemitraan Indonesia-Belarus serta menghasilkan kerja sama konkret yang akan memberi manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara," ujar Prabowo.
Prabowo juga menegaskan bahwa kedua negara telah meluncurkan peta jalan penguatan kerja sama Indonesia-Belarus periode 2026–2030 sebagai kerangka hubungan bilateral lima tahun ke depan.
"Hari ini kedua negara telah meluncurkan peta jalan penguatan kerja sama Indonesia-Belarus 2026-2030 yang akan menjadi kerangka bagi pengembangan hubungan bilateral selama 5 tahun ke depan. Peta jalan ini mencerminkan komitmen bersama untuk kerja sama yang lebih terarah dan konkret," katanya.
Di sektor ketahanan pangan, Prabowo menyebut kerja sama akan difokuskan pada pengembangan pertanian modern beserta teknologi pendukungnya.
"Di bidang ketahanan pangan kita bertekad untuk terus meningkatkan kerja sama. Indonesia dan Belarus memiliki potensi yang saling melengkapi untuk memperkuat kerja sama di bidang pertanian modern, pupuk, alat dan teknologi pertanian serta alat berat," tutur Prabowo.
