Gibran dan Pratikno Ajak Mahasiswa UI Terbang ke NTT

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka didampingi oleh Menko PMK Pratikno mengajak sejumlah mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) terbang ke Sikka, NTT, Kamis (20/8/2026). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka didampingi oleh Menko PMK Pratikno mengajak sejumlah mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) terbang ke Sikka, NTT, Kamis (20/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka didampingi oleh Menko PMK Pratikno mengajak sejumlah mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) terbang ke Sikka, NTT, Kamis (20/8).

Berdasarkan foto yang diterima, tampak Gibran mengenakan kemeja berwarna biru navy.

Sebelum masuk ke pesawat, ia sempat berbincang dengan sejumlah mahasiswa UI yang mengenakan jaket almamater berwarna kuning sebelum lepas landas dari Lanud Halim Perdana Kusuma.

Setelahnya, mereka memasuki pesawat kemudian terbang menuju Sikka untuk melakukan trauma healing di daerah tersebut pasca gempa besar melanda NTT.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka didampingi oleh Menko PMK Pratikno mengajak sejumlah mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) terbang ke Sikka, NTT, Kamis (20/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya mengatakan pemerintah atas instruksi Presiden Prabowo Subianto telah mengirimkan total 253 ton logistik ke wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membantu masyarakat terdampak gempa.

"Yang pertama, atas instruksi Bapak Presiden, hari ini, hari kelima pascabencana, tanggal 19 Agustus 2026, jam 4 pagi, kembali diberangkatkan lima pesawat menuju NTT. Hari ini total membawa 65 ton logistik," kata Teddy dalam keterangannya, Rabu (19/8).

Dengan tambahan tersebut, total logistik yang telah diangkut sejak hari pertama hingga hari kelima mencapai 253 ton. Bantuan itu meliputi makanan, minuman, tenda, perlengkapan kesehatan, serta kebutuhan lainnya bagi warga terdampak.

"Jadi sejak hari pertama 27 ton sampai dengan hari kelima ini sudah terangkut 253 ton logistik. Baik itu makanan, minuman, tenda, perlengkapan kesehatan, dan perlengkapan lainnya yang dibutuhkan oleh warga terdampak di NTT," ujarnya.

Teddy menjelaskan pemerintah menyiapkan dua posko utama untuk mendistribusikan bantuan, yakni di Labuan Bajo dan Maumere.

Posko di Labuan Bajo akan menjadi titik distribusi logistik menuju sejumlah kabupaten, seperti Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan Ngada. Sementara posko di Maumere akan mendistribusikan bantuan ke Sikka, Ende, dan Nagekeo.

"Di Labuan Bajo itu logistik yang di sana akan didorong ke kabupaten lainnya di Manggarai, Manggarai Barat, Timur, kemudian di Ngada, ya. Kemudian di posko dua di Maumere, di sana akan didorong ke Sikka, Ende, kemudian Nagekeo," ucap dia.