Jubir Gerindra Sebut MBG Dirasakan Publik, Buka 1,3 Juta Lapangan Kerja

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Acara Rilis Survei Nasional Puspoll Indonesia Menuju Dua Tahun Pemerintahan Prabowo - Gibran bertajuk "Ujian Stabilitas Politik di Tengah Tekanan Ekonomi", Hotel AONE Jakarta, (27/6/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Acara Rilis Survei Nasional Puspoll Indonesia Menuju Dua Tahun Pemerintahan Prabowo - Gibran bertajuk "Ujian Stabilitas Politik di Tengah Tekanan Ekonomi", Hotel AONE Jakarta, (27/6/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Juru Bicara Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua Komisi II DPR, Bahtra Banong, menyoroti tingginya kebermanfaatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi masyarakat. Program andalan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tersebut terbukti sukses membuka jutaan lapangan pekerjaan baru.

Hal tersebut disampaikan Bahtra saat merespons hasil temuan survei nasional terbaru dari Pusat Polling (Puspoll) Indonesia pada Sabtu (27/6).

Ia mengingatkan publik mengenai besarnya penyerapan tenaga kerja yang dihasilkan dari adanya program MBG.

"Kalau kita lihat ya sebetulnya ada yang luput dari MBG ini, kalau misalnya kita hitung 27 ribu dapur yang sudah beroperasi itu kurang lebih hampir 1,3 juta lapangan pekerjaan yang dibuka oleh Pak Prabowo," ungkap Bahtra di Hotel AONE Jakarta, Sabtu (27/6).

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Fraksi Gerindra, Bahtra Banong. Foto: Istimewa

Ia merinci, setiap titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG membutuhkan puluhan pekerja untuk beroperasi setiap harinya. Bahtra menekankan, jutaan lapangan pekerjaan berhasil terbuka hanya lewat satu sektor program saja.

"Setiap dapur itu kurang lebih 50 orang di SPPG ya. Kalau kurang lebih 50 orang dikali 27.000 artinya kan ada hampir 1,3 juta orang yang diciptakan lapangan pekerjaan itu berasal dari satu sektor saja terkait soal MBG ini," jelasnya.

Bahtra menegaskan bahwa tingginya lapangan kerja baru ini sejalan dengan hasil survei Puspoll yang menunjukkan bahwa masyarakat merasakan langsung dampak positif dari MBG.

"Artinya program MBG yang banyak dikritik publik hari ini ternyata berdasarkan hasil survei di bulan Mei dampaknya sangat tinggi dan masyarakat cukup puas dengan adanya program ini," tegas Bahtra.

Oleh karena itu, Bahtra menilai temuan ini mematahkan framing masif di masyarakat yang menganggap MBG minim manfaat hingga harus disetop. Sebaliknya, survei membuktikan MBG justru menjadi salah satu indikator keberhasilan kinerja Presiden.

"Berarti kalau begitu itu tidak sesuai dengan framing publik yang kita lihat hari ini yang sangat masif bahwa MBG harus diberhentikan, MBG apa namanya manfaatnya sangat kecil bagi rakyat banyak. Tetapi hasil survei menunjukkan justru ini yang menjadi salah satu indikator kinerja pemerintahan Presiden Prabowo," tutupnya.