Keluhan Warga Terjebak Macet di Patung Kuda-Bundaran HI Imbas Konten Selebgram

Sejumlah warga menyampaikan keluhan karena terjebak kemacetan parah di kawasan Patung Kuda hingga Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Jumat (24/7) malam. Kemacetan diduga dipicu banyaknya peserta dari komunitas motor yang berkumpul untuk mengikuti kegiatan night ride yang diadakan oleh salah satu pemengaruh atau influencer.
Salah seorang karyawan swasta, Zamachsyari (24), mengatakan dirinya sengaja pulang kerja lebih larut untuk menghindari kemacetan rutin di Jalan MH Thamrin. Namun, kondisi di lapangan justru jauh di luar perkiraannya.
"Saya baru saja pulang dari tempat bekerja saya. Saya sengaja pulang agak malam karena di hari biasa kemacetan di Jalan MH Thamrin cukup padat hingga pukul 21.00 WIB. Saya memutuskan pulang dari tempat kerja pada pukul 22.00 WIB," ujarnya.
Menurutnya, kemacetan sudah terasa tidak lama setelah ia meninggalkan tempat kerjanya.
"Ternyata baru saja beberapa meter saya keluar dari tempat kerja. Kemacetan mulai terasa dari sepanjang Patung Kuda hingga Bundaran HI. Bahkan saya membutuhkan waktu hampir setengah jam untuk melintas sepanjang jalur tersebut, yang seharusnya dalam waktu itu saya sudah bisa sampai rumah," katanya.
Ia mengaku melihat banyak sepeda motor diparkir di bahu jalan sepanjang Patung Kuda hingga Bundaran HI, bahkan sampai mendekati Stasiun LRT BNI City.
"Setelah saya lihat, banyak pengendara motor dengan knalpot racing, tidak menggunakan pelat nomor, dan tidak menggunakan helm terlihat parkir di pinggir jalan sepanjang Patung Kuda hingga Bundaran HI. Bahkan beberapa masih terlihat parkir hingga menuju Stasiun LRT BNI City," tuturnya.
Karena penasaran, Zamachsyari sempat bertanya kepada salah seorang pengendara motor mengenai penyebab keramaian tersebut.
"Saya sempat bertanya kepada salah satu pemotor. Dia mengatakan ingin mengikuti acara night ride yang diadakan oleh salah satu influencer," ujarnya.
Ia berharap penyelenggara kegiatan yang mengundang massa dalam jumlah besar dapat lebih memperhatikan dampaknya terhadap pengguna jalan lain.
"Saya berharap para influencer jangan egois. Jalanan itu bukan punya Anda. Saya juga bayar pajak. Jangan demi konten dan keuntungan pribadi, anda mengorbankan pengguna jalan lain," katanya.
Keluhan serupa disampaikan karyawan swasta lainnya, Adhyasta Dirgantara (25). Ia mengaku terkejut mendapati Jalan MH Thamrin masih mengalami kemacetan panjang meski waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 WIB.
"Saya baru pulang kerja sekitar pukul 22.00. Ketika melintasi Bundaran Patung Kuda, saya heran kenapa Jalan Thamrin macet sekali. Biasanya kan sudah sepi di jam tersebut," katanya.
Menurut Adhyasta, laju kendaraannya nyaris tidak bergerak karena kepadatan lalu lintas.
"Motor yang saya kendarai hanya mampu melaju sekitar 1 km/jam karena saking macetnya malam itu," ujarnya.
Awalnya ia mengira terjadi kecelakaan lalu lintas. Namun setelah bertanya kepada orang-orang yang berada di lokasi, ia memperoleh informasi mengenai adanya kegiatan night ride.
"Saya mengira ada kecelakaan besar. Tapi setelah saya tanya ke mereka yang berhenti, mereka menjawab, 'acara influencer, Bang'," katanya.
Adhyasta juga mengaku melihat banyak sepeda motor diparkir di pinggir jalan sehingga ruang untuk kendaraan yang melintas menjadi berkurang.
"Sepanjang Jalan Thamrin sampai Bundaran HI, banyak motor diparkir di pinggir jalan sehingga hanya menyisakan dua lajur untuk kendaraan lain yang lewat," ujarnya.
Sementara itu, karyawan swasta lainnya, Alif (27), juga mengaku kesal karena perjalanan pulang kerjanya ikut terdampak kemacetan.
"Kesel banget pulang kerja lihat macet di MH Thamrin. Kirain ada apa. Pas lihat motor-motor pada kumpul di pinggir jalan, enggak tahu pada mau ngapain," katanya.
Ia berharap penyelenggara kegiatan yang berpotensi mengumpulkan massa dalam jumlah besar lebih memperhatikan aspek pengelolaan keramaian dan berkoordinasi dengan pihak terkait.
"Tolong kalau bikin acara pelajari dulu soal crowd control. Koordinasi dengan stakeholder, jangan asal," ujarnya.
