Lansia 78 Tahun di Bandung Dijambret di Rumahnya, Kalung Emas 10 Gram Raib

Seorang perempuan lanjut usia, Lania, berusia 78 tahun menjadi korban penjambretan di rumahnya di Gang Luna 3, Kelurahan Pagarsih, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka setelah terjatuh dan kalung emas seberat sekitar 10 gram miliknya dibawa kabur pelaku.
Anak korban, Jemmy (52), mengatakan peristiwa itu terjadi pada Jumat (16/10) sekitar pukul 06.44 WIB. Berdasarkan rekaman CCTV di rumahnya, diduga terdapat empat orang pelaku yang datang menggunakan dua sepeda motor. Jemmy mengatakan, keempat pria tersebut sebelumnya sudah mendatangi rumah juga dengan dalih mengecek meteran air PDAM.
“Iya, jadi orang ini tuh sudah dua kali datang ke rumah sini. Nah, mereka tuh biasanya memang mengetuk pintu dan minta dibukakan pintunya. Tapi oleh orang tua saya enggak dibukakan, oleh mami, karena kami sudah memperingatkan jangan buka pintu jika ada orang yang tidak dikenali,” kata Jemmy saat ditemui, Sabtu (17/10).
Jemmy menuturkan, para pelaku kembali mendatangi rumah korban pada hari kejadian. Seperti sebelumnya, korban tidak membukakan pintu karena tidak mengenali orang-orang tersebut.
Namun, berdasarkan pengamatan keluarga terhadap rekaman CCTV, para pelaku diduga menjalankan aksinya dengan membagi peran. Satu orang berada di bagian depan, sementara orang lainnya diduga berupaya memancing perhatian korban.
“Nah, setelah itu, singkat ceritanya waktu kemarin tuh dia datang kembali. Dan seperti biasa kami tidak membukakan pintu, orang tua saya tidak membukakan pintu,” ujarnya.
Jemmy menjelaskan, saat itu ibunya berniat mengunci pagar rumah yang masih memiliki bagian belum terkunci. Korban bermaksud memanggil Jemmy untuk membantu mengamankan pagar tersebut.
Namun, ketika korban hendak mengunci pagar, salah seorang pelaku tiba-tiba mengambil kalung emas yang dikenakannya. Korban yang terkejut spontan bergerak mundur hingga terjatuh.
“Ternyata waktu mau ngunci begitu, karena pikir mama saya kan masih di dalam, masih aman, mau dikunci begitu, ternyata tiba-tiba tangannya mengambil kalung mama saya. Sehingga saat itu pasti refleks ya, mundur begitu, terjatuh mama saya,” tutur Jemmy.
Akibat terjatuh cukup keras, kepala korban turut terbentur hingga sejumlah pot di sekitar lokasi pecah. Kondisi korban yang sudah lanjut usia membuat keluarga khawatir terhadap dampak cedera yang dialaminya.
Jemmy mengatakan, hingga Sabtu, ibunya masih mengalami trauma dan mengeluhkan rasa sakit pada bagian punggung. Korban juga kesulitan bangun dari posisi berbaring maupun berjalan sehingga membutuhkan bantuan keluarga.
“Saat ini, beliau itu masih trauma dan juga dari punggungnya sakit karena dia jatuhnya kan keras. Sehubungan dia sudah tua, umur 78, jadi mungkin ya ada terganggu dari punggungnya,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kondisi ibunya masih terkejut setelah mengalami kejadian tersebut. Untuk bangun dari tempat tidur, korban harus dibantu karena rasa sakit yang dirasakan ketika bergerak.
“Masih kaget. Dan beliau tuh berbaring, dibangunin ya harus dibantu, soalnya sakit. Dipakai jalan juga sakit,” katanya.
Adapun kalung emas yang dibawa kabur pelaku diperkirakan memiliki berat sekitar 10 gram. Jemmy mengaku belum mengetahui secara pasti nilai kerugian yang dialami keluarganya akibat kehilangan perhiasan tersebut.
“Kalungnya diambil. Kalau harganya sih saya kurang paham ya, cuman kalungnya sih 10 gram-an,” ujarnya.
Berdasarkan rekaman CCTV yang diperiksa keluarga, diduga terdapat empat orang yang terlibat dalam kejadian tersebut. Mereka datang menggunakan dua sepeda motor sebelum akhirnya melancarkan aksi penjambretan.
Jemmy memastikan pihak keluarga telah melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian. Ia berharap peristiwa yang menimpa ibunya dapat segera diusut dan para pelaku bisa ditemukan.
