Prabowo Akui Gaji Guru-Lapangan Kerja Kurang: Kita Diberi Mandat Selesaikan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat (13/3/2026). Foto: YouTube/Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat (13/3/2026). Foto: YouTube/Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto mengakui bahwa masih banyak persoalan yang dihadapi Indonesia, mulai dari rendahnya gaji guru, terbatasnya lapangan kerja, hingga kemiskinan ekstrem dan ketimpangan sosial. Menurutnya, berbagai persoalan tersebut merupakan amanah yang harus diselesaikan oleh pemerintah.

Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin mencari kesalahan ataupun membandingkan kinerja dengan pemerintahan sebelumnya. Menurutnya, setiap pemimpin memiliki tantangan pada masanya masing-masing.

“Kita tidak bermaksud untuk mencari kesalahan. Kita tidak bermaksud untuk membanding-bandingkan tiap masa ada pemerintah-nya tiap pemerintah ada masanya setiap masa ada pemimpinnya. Setiap memimpin punya masanya," kata Prabowo dalam sambutannya pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (20/7) sore.

"Kita tidak bermaksud tapi kita sebagai anak bangsa kita sebagai unsur pimpinan dan kita semua di sini adalah unsur pimpinan,” tambahnya.

Prabowo menekankan, seluruh jajaran pemerintahan merupakan unsur pimpinan bangsa yang mendapat mandat langsung dari rakyat untuk menghadapi sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.

“Kita di sini pemimpin politik pemimpin teknokrat, pemimpin budaya, pemimpin masyarakat dan kita diberi mandat oleh rakyat untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah. Jadi kita tidak boleh takut dengan masalah. Kita tidak boleh takut dengan kesulitan. Kita tidak boleh takut dengan kekurangan,” tambahnya.

Seorang guru menyampaikan materi pelajaran kepada murid baru dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di program sekolah swasta gratis di SMP Purnama 2, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (15/7/2026). Foto: Makna Zaezar/ANTARA FOTO

Prabowo kemudian mengakui masih terdapat sejumlah persoalan mendasar yang harus menjadi perhatian pemerintah, termasuk kesejahteraan guru dan penciptaan lapangan kerja.

“Kita paham, seluruh bangsa paham bahwa gaji guru-guru kita kurang. Kita paham bahwa lapangan kerja kita kurang. Kita paham masih banyak kemiskinan ekstrem Kita paham ini semua masalah kita paham, kita mengerti, justru ini yang kita pilih diberi mandat untuk kita selesaikan,” kata Prabowo.

Lebih jauh, Ketum Partai Gerindra itu mengatakan pemerintah juga menyadari masih adanya ketimpangan di tengah masyarakat. Namun, ia mengaku baru mengetahui besarnya tantangan yang dihadapi setelah resmi menjalankan pemerintahan.

“Kita paham ada ketimpangan di masyarakat kita. Tapi terus terang saja saya katakan di mana-mana, Saya sendiri sebagai presiden sebagai yang diberi mandat bersama saudara Wakil Presiden kita disumpah saya sendiri tidak menduga sesungguhnya betapa, beberapa masalah itu sangat di luar perkiraan kita,” paparnya.