Prabowo: Saya Diserang karena MBG, tapi Ribuan T Menguap Tak Ada Pakar Protes

Presiden Prabowo Subianto menanggapi kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa, ibu hamil, dan lansia.
Ia membandingkan kritik tersebut dengan kekayaan negara yang menurutnya telah hilang selama bertahun-tahun tanpa mendapat perhatian serupa.
"Saya diserang karena ingin memberi makan bergizi untuk anak-anak Indonesia, memberi makan untuk anak-anak Indonesia, untuk ibu-ibu hamil, untuk orang-orang lansia, dianggap pemborosan. Tapi ribuan triliun yang menguap, yang pergi dari bumi Indonesia, tiap tahun selama 34 tahun tidak ada yang komentar, tidak ada pakar yang protes, tidak ada investigasi," kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7).
"Kita mau beri makan kepada anak-anak yang jelas-jelas minimal seperempat anak-anak kita stunting, sebagian besar tidak makan ke sekolah, kita dituduh pemborosan," tambah dia.
Prabowo juga menyinggung anggapan program MBG dapat membuat perekonomian Indonesia terpuruk. Namun, ia meyakini kebijakan pemerintahannya sejalan dengan pemikiran ekonomi dan politik yang disusun para pendiri bangsa.
"Kita dibilang ekonomi mau collapse, harga saham akan ambruk, mata uang akan melemah, alasannya karena boros. Saudara-saudara, saya punya keyakinan bahwa fundamental pemikiran ekonomi dan politik bernegara yang disusun oleh pendiri-pendiri bangsa kita, saya punya keyakinan bahwa itu masuk akal, benar. Undang-Undang Dasar 1945 lahir dari perjuangan lama," kata dia.
Prabowo menegaskan, pemerintahannya akan terus menjalankan program MBG. Menurutnya, kemampuan suatu negara menyediakan pangan bagi rakyat merupakan hal mendasar.
"Setiap negara, setiap perekonomian, itu pasti diukur dan kita punya ukuran. Kita bertanya, apakah bangsa itu bisa memberi makan untuk rakyatnya? Itu yang paling mendasar. Untuk apa kita merdeka, untuk apa kita punya NKRI kalau kita tidak bisa memberi paling dasar dari sebuah peradaban? Yang paling dasar adalah makan, pangan," ucap dia.
Prabowo juga menanggapi pandangan yang menilai anggaran untuk program pemberian makanan sebaiknya dialihkan untuk kebutuhan lain. Ia menegaskan pangan merupakan kebutuhan mendasar yang tidak dapat diabaikan.
"Kalau ada orang-orang pintar mengatakan bahwa ada yang lebih penting dari perut yang lapar, ya saya persilakan saudara-saudara. Yang saya tahu dari sejarah ribuan tahun peradaban manusia, tidak ada masyarakat yang bertahan tanpa pangan, punah, peradaban punah kalau tidak ada makan," tandasnya.
