Profil Irjen Pol Dadang Hartanto, Kapolda Metro Jaya Baru yang Juga Guru Besar

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto memimpin langsung perjanjian damai Fiditan, Maluku. Senjata tajam dan bom molotov diserahkan terbuka. Foto: Dok. Polda Maluku
zoom-in-whitePerbesar
Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto memimpin langsung perjanjian damai Fiditan, Maluku. Senjata tajam dan bom molotov diserahkan terbuka. Foto: Dok. Polda Maluku

Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto menunjuk Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto sebagai Kapolda Metro Jaya. Dadang menggantikan Komjen Pol Asep Edi Suheri yang mendapat penugasan baru sebagai Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri.

Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Sebelum dipercaya memimpin Polda Metro Jaya, Dadang menjabat sebagai Kapolda Maluku.

Dadang merupakan perwira tinggi Polri lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994. Ia memiliki pengalaman di bidang reserse dan pernah menempati berbagai jabatan kewilayahan maupun posisi di Mabes Polri.

Karier kepolisiannya antara lain pernah membawanya menjadi Kapolsek Senen pada 2005. Setelah itu, Dadang pernah menjabat Kapolres Subang pada 2009 dan Kapolres Cianjur pada 2011.

Pada 2012, Dadang dipercaya menjadi Wakapolrestabes Bandung. Pada tahun yang sama, ia juga pernah bertugas sebagai Sekretaris Pribadi Kapolri.

Kariernya kemudian berlanjut sebagai Koordinator Staf Pribadi Pimpinan (Koorspripim) Polri hingga Analis Kebijakan Madya Bidang Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri pada 2016.

Wakapolda Sumut Brigjend Pol Dadang Hartanto Foto: Dok. Istimewa

Pernah Jadi Kapolrestabes Medan hingga Wakapolda Sumut

Pada 2017, Dadang mendapat penugasan sebagai Kapolrestabes Medan. Setelah itu, Dadang dipercaya menjadi Kepala Biro Perencanaan dan Administrasi (Karorenmin) Bareskrim Polri pada 2019.

Setahun kemudian, ia kembali ke Sumatera Utara setelah ditunjuk sebagai Wakapolda Sumut pada 2020.

Dadang kemudian bergeser ke lembaga pendidikan Polri. Pada 2023, ia menjabat Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.

Pada 20 September 2024, Dadang dipercaya menjadi Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri.

Posisi tersebut diembannya hingga Agustus 2025. Ia kemudian ditunjuk menjadi Kapolda Maluku menggantikan Irjen Pol Eddy Sumitro Tambunan yang memasuki masa pensiun.

Sekitar setahun setelah memimpin Polda Maluku, Dadang mendapat penugasan baru untuk memimpin Polda Metro Jaya.

Jenderal Polisi yang Juga Profesor

Selain memiliki karier panjang di kepolisian, Dadang mempunyai rekam jejak akademik.

Ia tercatat sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Data UMSU mencatat Dadang menempuh pendidikan S1 di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, serta pendidikan S2 dan S3 di Universitas Indonesia. Bidang keahliannya adalah Ilmu Administrasi Publik.

Pada 2023, Dadang dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Ilmu Administrasi Publik pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMSU. Pengukuhan dilakukan melalui sidang senat terbuka UMSU pada 27 Mei 2023.

Wakapolda Sumut Brigjen Dadang Hartanto. Foto: Dok. Istimewa

Pernah Jadi Komandan Upacara Bhayangkara di Depan Prabowo

Nama Dadang juga sempat menjadi sorotan ketika dipercaya menjadi Komandan Upacara Hari Bhayangkara ke-79 di Lapangan Monas, Jakarta, pada 1 Juli 2025.

Dalam upacara yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto sebagai inspektur upacara tersebut, Dadang bahkan sempat diminta menghadap Prabowo seusai rangkaian acara.

Tak lama setelah momentum tersebut, Dadang mendapat promosi dari Ketua STIK Lemdiklat Polri menjadi Kapolda Maluku. Kini, ia kembali mendapat promosi dengan dipercaya menjadi Kapolda Metro Jaya.

Dadang akan menggantikan Asep Edi Suheri yang kini mendapat posisi baru sebagai Irwasum Polri. Pergantian tersebut menjadi bagian dari rotasi besar-besaran jajaran perwira tinggi dan perwira menengah yang dilakukan Kapolri Suyudi Ario Seto tak lama setelah resmi memimpin Korps Bhayangkara.