Mama, Malaikat tak Bersayap

Gemma Ramadhina Zaneta
Undergraduate Journalist Student at Jakarta State Polytechnic
Konten dari Pengguna
10 Juni 2024 15:07 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Gemma Ramadhina Zaneta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Sumber Ilustrasi: Freepik
FEATURE
Mama merupakan sosok yang sangat penting di kehidupanku. Ada yang bilang bahwa kasih sayang Ibu sepanjang masa, bahkan surga pun ada di telapak kaki Ibu. Kalimat itu merupakan kata-kata yang sangat berarti bagiku untuk mengingat betapa hebatnya seorang mama dan sebegitu besarnya kasih sayangnya untukku.
ADVERTISEMENT
Aku selalu mengikuti mama kemanapun ias pergi. Seiring aku tumbuh, mama mengajarkanku untuk menjadi orang yang baik serta belajar dengan baik. Dikala aku sakit, aku selalu merasa tidak bisa melakukan apa-apa, tetapi disaat itu mama selalu ada untuk merawatku. Mama merawatku dengan penuh kasih sayang, ia membangunkanku untuk meminum obat, ia juga menyuapiku ketika aku terbaring lemah.
Di akhir masa SD apalagi saat aku ujian, mama selalu mendoakanku. Di spertiga malam mama selalu sholat serta berdoa dengan menyebut nama ku dan kakakku agar berhasil dari ujian yang kami lewati. Mama juga berpuasa demi keberhasilanku. Benar kata orang, doa ibu adalah doa yang paling mustajab. Karena usaha ku serta doa mama, akupun berhasil mendapatkan nilai yang kuinginkan.
ADVERTISEMENT
Ketika aku ingin masuk kuliah, dimana saat itu aku merasa gagal karena ditolak oleh beberapa universitas, tetapi mama tidak pernah marah atas kegagalanku. Mama selalu menyemangatiku dan tetap mendoakan untuk keberhasilanku, ia juga menasihatiku agar aku tidak bersedih. Mama selalu berkata bahwa kegagalan adalah bagian dari perjalanan menuju kesuksesan, dan setiap kegagalan akan membuatku lebih kuat dan lebih bijaksana. Dengan dorongan dan kasih sayangnya, aku terus berusaha dan tidak menyerah. Aku menghabiskan lebih banyak waktu untuk belajar, memperbaiki kesalahan-kesalahanku, dan mempersiapkan diriku lebih baik untuk ujian berikutnya. Setiap kali aku merasa putus asa, aku mengingat kata-kata mama dan semangatku kembali bangkit.
Aku berterima kasih pada mama yang telah menjadi sumber inspirasiku. Tanpa dukungan dan nasihatnya, mungkin aku tidak akan bisa sampai ke titik ini. Keberhasilanku adalah keberhasilan kami bersama. Aku belajar bahwa dalam setiap langkah menuju impian, yang paling penting adalah tetap berusaha dan tidak pernah menyerah, serta selalu menghargai orang-orang yang selalu ada untuk kita.
ADVERTISEMENT
Seperti orang tua pada umumnya, mama juga sering marah-marah. Mulai dari hal-hal kecil hingga yang besar. Saat kecil aku sangat kesal jika mama marah, tetapi sekarang karena aku sudah dewasa, aku mulai mengerti alasan dia marah. Walau terkadang masih kesal, tetapi aku mencoba untuk memahaminya.
Aku menyadari bahwa kemarahan mama sebenarnya adalah bentuk kepeduliannya. Ia selalu ingin yang terbaik untukku, dan kadang-kadang, caranya mengekspresikan kekhawatirannya adalah melalui kemarahan. Misalnya, ketika aku tidak menjaga kebersihan kamarku atau pulang terlambat tanpa memberi kabar, mama marah karena ia khawatir akan kesehatanku dan keselamatanku. Saat itu, aku hanya melihat kemarahannya sebagai sesuatu yang mengganggu, tetapi sekarang aku tahu bahwa di balik kemarahannya, ada cinta dan perhatian yang besar.
ADVERTISEMENT
Sebagai seorang ibu, mama memiliki tanggung jawab yang besar untuk membesarkan dan mendidikku. Tentu saja, itu bukan tugas yang mudah. Banyak tekanan dan tantangan yang harus dihadapinya setiap hari. Dengan segala tanggung jawab yang harus dipikulnya, tidak heran jika kadang-kadang ia merasa lelah dan marah. Saat melihat ia tertidur lelap, aku merasakan betapa capeknya dia dan sekarang, aku mencoba untuk lebih peka terhadap perasaannya. Aku berusaha membantu meringankan beban mama dengan melakukan hal-hal kecil, seperti membantu pekerjaan rumah atau memastikan bahwa aku selalu memberinya kabar saat aku keluar rumah.
Walaupun tidak selalu mudah, aku belajar untuk melihat kemarahan mama dari perspektif yang berbeda. Aku belajar untuk tidak hanya fokus pada emosinya, tetapi juga memahami alasannya. Setiap kali mama marah, aku mencoba untuk mendengarkan dan memahami apa yang sebenarnya ia ingin sampaikan. Dengan cara ini, aku merasa lebih dekat dengan mama dan lebih menghargai segala upaya yang telah ia lakukan untukku.
ADVERTISEMENT
Kemarahan mama bukanlah tanda bahwa ia tidak mencintaiku. Sebaliknya, itu adalah salah satu cara ia menunjukkan cintanya. Dengan memahami hal ini, aku merasa lebih bersyukur memiliki mama yang selalu peduli dan ingin yang terbaik untukku. Aku tahu bahwa aku juga perlu belajar untuk bersabar dan memahami perasaannya, seperti ia yang selalu sabar dan mengerti perasaanku. Kami berdua saling belajar dan tumbuh bersama, dan aku percaya bahwa hubungan kami akan semakin kuat seiring berjalannya waktu.
Mama adalah pahlawan dalam hidupku, dan bagiku, ia adalah ibu terbaik di dunia. Aku akan selalu mencintainya dan berusaha memberikan yang terbaik untuknya, sama seperti yang selalu ia lakukan untukku. Terima kasih, Mama, atas segala cinta dan pengorbananmu. Aku akan selalu menyayangimu, sekarang
ADVERTISEMENT