Pendekatan Holistik Kesehatan Lansia Muhammadiyah Banguntapan Selatan

Mahasiswi Program Studi Manajemen Bisnis di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Zarwanda Asfarina tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Yogyakarta – Upaya menjaga keseimbangan kesehatan fisik dan mental lansia terus dilakukan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Banguntapan Selatan melalui pendekatan yang menyeluruh dan berkesinambungan. Program ini tidak hanya berfokus pada satu aspek, melainkan mencakup kegiatan fisik, sosial, dan spiritual sebagai satu kesatuan yang saling melengkapi.Program ini di gagas dan dilaksanakan oleh Dosen UMY, Nur Hudha Wijaya bersama tim, sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam pelayanan masyarakat.
Tiga Pilar Kegiatan Lansia
Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin ini terbagi ke dalam tiga pilar utama:
1. Kegiatan Fisik
Salah satu program yang mendapat antusias tinggi adalah senam lansia dan olahraga ringan. Gerakan-gerakan sederhana namun efektif ini dirancang untuk meningkatkan kebugaran, menjaga stamina, serta membantu mempertahankan mobilitas tubuh. Selain itu, senam ini juga berperan dalam mengurangi risiko penyakit yang umum terjadi di usia lanjut.
2. Kegiatan Sosial
Komunitas lansia di lingkungan PCM Banguntapan Selatan juga aktif dalam kegiatan sosial. Pertemuan rutin yang diadakan sebulan sekali menjadi ruang untuk berbagi informasi positif dan mempererat hubungan antarsesama. Aktivitas sosial ini terbukti mampu mengurangi perasaan kesepian serta meningkatkan kesejahteraan mental dan emosional para lansia.
3. Kegiatan Keagamaan
Kegiatan spiritual pun tidak luput dari perhatian. Lansia secara rutin mengikuti pengajian bulanan yang dilaksanakan setiap sehabis salat subuh di Masjid KH Dahlan. Kehadiran dalam pengajian ini memberikan ketenangan batin sekaligus memperkuat ikatan dengan komunitas keagamaan mereka.
Kegiatan ini disambut dengan penuh semangat oleh para lansia. Mereka merasa mendapatkan energi positif, bukan hanya dari aktivitas senam dan ibadah, tetapi juga dari interaksi sosial yang tercipta. Silaturahmi yang terjalin antar sesama lansia menumbuhkan semangat hidup dan motivasi untuk menjaga kesehatan secara berkelanjutan.
“Kegiatan seperti ini membuat kami lebih semangat. Bisa senam, cek kesehatan, sekaligus ikut pengajian bersama teman-teman,” ujar salah satu peserta dengan antusias.
Program yang dijalankan oleh PCM Banguntapan Selatan membuktikan bahwa pendekatan holistik—yang melibatkan aspek fisik, sosial, mental, dan spiritual—sangat efektif dalam merawat dan menjaga kualitas hidup lansia. Melalui kegiatan yang saling terintegrasi seperti senam, pengajian, dan pemeriksaan kesehatan, para lansia tidak hanya lebih sehat secara jasmani, tetapi juga lebih kuat secara mental dan spiritual.
Kehadiran program ini juga membuktikan bahwa ketika lansia diberikan ruang untuk beraktivitas, bersosialisasi, dan memperkuat spiritualitas, mereka akan merasakan kebermaknaan hidup yang lebih dalam. Oleh karena itu, pendekatan menyeluruh ini layak dijadikan model dalam perawatan lansia yang berkelanjutan di berbagai daerah lainnya.
