Konten dari Pengguna

Dari Tidak Suka Matematika, Sampai Minta Tambah Soal Perkalian

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari zaskia pebriyanti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saat mengajar les, aku pernah bertemu dengan seorang anak yang cukup kesulitan dalam pelajaran matematika. Salah satu materi yang membuatnya bingung adalah perkalian bersusun. Setiap kali diberikan soal, ia terlihat ragu dan seperti tidak tahu harus mulai dari mana.

Dari awal, aku juga tahu bahwa dia memang tidak terlalu suka matematika. Baginya, matematika terasa sulit dan mungkin cukup membuatnya cepat menyerah ketika menemukan soal yang belum dipahami. Karena itu, aku mencoba mengajarinya secara perlahan tanpa membuatnya merasa terburu-buru.

Sebenarnya, aku tidak menggunakan trik atau metode khusus. Aku hanya duduk berhadapan dengannya dan memperhatikan bagaimana ia mengerjakan soal. Ketika ada bagian yang membuatnya bingung, aku menjelaskan kembali langkahnya. Setelah itu, aku membiarkannya mencoba sendiri dan melihat apakah ia sudah mulai memahami cara mengerjakannya.

Foto Pengalaman Pribadi Saat Mengajar Les

Awalnya, dia masih beberapa kali salah. Ada langkah yang terlewat atau hasil perkaliannya kurang tepat. Namun, kami terus mencoba soal demi soal. Setiap kali salah, aku membantunya memahami letak kesalahannya, kemudian dia mencoba mengerjakannya kembali.

Sampai akhirnya, dia mulai bisa mengerjakan perkalian bersusun dengan benar. Yang membuatku paling senang justru bukan hanya karena dia sudah bisa, tetapi karena setelah itu dia malah meminta soal lagi.

Aku cukup terkejut mendengarnya. Anak yang sebelumnya terlihat tidak suka matematika dan kesulitan mengerjakan perkalian bersusun, justru meminta tambahan soal untuk dikerjakan. Dari situ aku melihat sendiri bahwa ketika seorang anak mulai merasa “aku bisa”, rasa percaya dirinya bisa ikut tumbuh.

Pengalaman sederhana ini membuatku sadar bahwa dalam mengajar, terkadang kita tidak perlu selalu menggunakan cara yang rumit. Memberikan penjelasan yang sederhana, menemani anak saat mencoba, dan memberinya kesempatan untuk mengulang ketika salah ternyata sudah bisa membuat perbedaan.

Buatku, bagian paling menyenangkan dari mengajar bukan hanya ketika anak mendapatkan jawaban yang benar. Ada rasa senang tersendiri ketika melihat anak yang awalnya mengatakan tidak bisa, akhirnya justru ingin mencoba lagi.