Saat Cara Mengajarku Justru Membuat Anak-Anak Bingung

Mahasiswa S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar di Universitas Pamulang. Tertarik pada dunia pendidikan, menulis, dan proses belajar yang menyenangkan.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari zaskia pebriyanti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ada satu pengalaman saat mengajar les yang sampai sekarang masih aku ingat. Waktu itu, aku mengajar lima orang anak. Seperti biasa, aku mencoba menjelaskan materi dan memberikan beberapa soal untuk melihat sejauh mana mereka memahami pelajaran.
Namun, hari itu terasa berbeda. Anak-anak terlihat kurang bersemangat mengikuti pembelajaran. Beberapa dari mereka tampak bingung ketika mengerjakan soal. Awalnya aku berpikir mungkin mereka sedang kurang fokus atau memang sedang tidak bersemangat belajar.
Sampai akhirnya aku melihat hasil pekerjaan mereka. Dari lima anak yang mengerjakan, hanya satu orang yang berhasil menjawab semua soal dengan benar. Empat anak lainnya masih kelimpungan dan banyak melakukan kesalahan.
Melihat hasil tersebut membuatku mulai berpikir. Kalau hanya satu anak yang kesulitan, mungkin memang anak tersebut yang belum memahami materi. Tetapi kalau hampir semuanya mengalami kesulitan, mungkin ada sesuatu yang salah dari cara aku menyampaikan materi.
Saat itu aku mulai menyadari bahwa mungkin metode mengajarku hari itu kurang cocok untuk mereka. Aku pun tidak ingin terus menggunakan cara yang sama dan membuat mereka semakin bingung. Akhirnya, aku meminta bantuan kepada salah satu guru SMK-ku dulu dan menceritakan apa yang aku alami.
Dari sana, aku mendapatkan pencerahan tentang cara menyampaikan materi agar lebih mudah dipahami oleh anak-anak. Aku kemudian mencoba menerapkan saran tersebut ketika mengajar lagi.
Ternyata hasilnya cukup berbeda. Anak-anak mulai terlihat lebih semangat. Mereka lebih mudah mengikuti penjelasan dan mulai berani mencoba mengerjakan soal. Suasana belajar yang sebelumnya berat perlahan menjadi lebih menyenangkan.
Dari pengalaman itu, aku belajar bahwa ketika banyak anak tidak memahami materi, kita tidak bisa langsung menyalahkan mereka. Bisa jadi, cara kita menjelaskan memang belum sesuai dengan kebutuhan mereka.
Aku juga belajar bahwa menjadi pengajar bukan berarti harus selalu tahu cara yang paling tepat. Ada kalanya kita perlu mengakui bahwa cara kita belum berhasil dan meminta bantuan kepada orang lain.
Pengalaman itu membuatku semakin memahami bahwa mengajar bukan hanya tentang menyampaikan materi sampai selesai. Yang lebih penting adalah memastikan anak benar-benar memahami apa yang sedang dipelajari.
