Konten dari Pengguna

Penerapan Keterampilan Komunikasi Ekspresif pada Anak Usia Dini

zefanya

zefanya

Mahasiswa Universitas Pamulang

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari zefanya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi anak usia dini sumber (pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak usia dini sumber (pixabay)

Pada umumnya anak usia dini atau balita membutuhkan edukasi tentang bagaimana cara berkomunikasi yang baik dan benar. Tata cara berbahasa dengan tata cara berbicara itu berbeda. Dalam perkembangan anak usia dini atau balita harus memiliki keterampilan dalam berbahasa ekspresif.

Keterampilan berbahasa ekspresif adalah keterampilan dalam menyampaikan sesuatu yang ada dalam pikiran atau menyampaikan perasaan maupun keinginan melalui ekspresi, gesture, dan kata-kata. Saat anak tidak mampu menggunakan bahasa ekspresif yang sesuai dengan usianya, ada kemungkinan dirinya mengalami gangguan terkait keterampilan komunikasi ekspresif.

Gangguan perkembangan bahasa ekspresif dapat diistilahkan dengan kesulitan berekspresi, di mana anak dapat memahami apa yang dikatakan orang lain, tetapi sulit baginya untuk menempatkan kata secara bersama-sama untuk membalasnya serta kesulitan untuk mengatakan apa yang hendak ia katakan.

Cara mengatasi gangguan ekspresif pada anak usia dini:

1. Ajaklah anak untuk berbicara secara dalam dan tersirat

2. Pastikan bahwa anak anda mengerti.

3. Contohkan cara mengekspresikan keinginan atau keterampilan berbahasa ekspresif

4. Luangkan waktu bersama anak, agar anak dapat lebih terbuka kepada anda.

5. Berikan kritik, bukan pertanyaan

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan bahasa anak antara lain:

1. Perkembangan otak dan kecerdasan

2. Jenis kelamin

3. Kondisi fisik

4. Lingkungan keluarga

5. Kondisi ekonomi

6. Setting social/lingkungan budaya

8. bilingualism (2 bahasa).