6 Masalah Utama dalam Belajar
Tulisan dari Zenius Education tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Zen akui, belajar suatu hal memang tidak mudah karena ada banyak sekali hambatannya. Dari mulai mengumpulkan niat, melawan rasa kantuk padahal baru membuka beberapa halaman, mencoba menghafal tapi tetap tidak hafal bahkan sampai mencoba langsung latihan soal namun tetap bingung harus mulai jawabnya dari mana.
Dalam artikel kumparan kali ini, Zen akan mencoba untuk merangkum enam masalah utama dalam belajar yang sering dialami oleh para pelajar dan pembelajar.
Rasa Malas. Apa yang membuat kita malas dan tidak termotivasi untuk melakukan sesuatu? Jawabannya memang bisa bermacam-macam, tapi menurut Zen adalah karena kegiatan tersebut kurang menarik, membosankan, tidak jelas apa tujuannya, dan lain-lain. Nah, pembaca sudah tau penyebabnya kan? Yuk perbaiki langsung ke sumber masalahnya. Caranya dengan mengubah paradigma bahwa belajar itu adalah kegiatan yang menyenangkan dan bahkan bisa membuat ketagihan. Ketika paradigma kita sudah berubah maka belajar tidak akan lagi jadi hal yang membebani kita.
Belajar (hanya) untuk mengejar nilai akademis. Loh kok “Belajar hanya untuk ngejar nilai” adalah masalah utama dalam belajar? Karena menurut Zen, nilai dari sebuah tujuan akan sangat berpengaruh pada bagaimana proses kita menjalaninya. Tapi bukan berarti tidak boleh rajin belajar ya. Hal yang Zen permasalahkan adalah ketika belajar hanya untuk mengejar nilai akademis, kita akan selalu terpaku pada satu indikator yang seolah-olah paling bisa merefleksikan kesuksesan dalam proses belajar (nilai akademis), padahal sebenernya bukan hanya itu indikator yang harus kita pikirkan. Kalau terpaku hanya pada nilai dan prestasi akademis, kita akan menutup banyak kesempatan dan peluang lain untuk belajar sesuatu yang jauh lebih berharga daripada sekedar nilai.
Menghakimi diri sendiri bukan anak pintar. Sikap menghakimi diri sendiri (fixed-mindset) ini adalah salah satu masalah utama yang paling gawat dalam belajar. Ibaratnya belum juga bertarung, tapi sudah kalah duluan. Dengan menghakimi diri sendiri, kita seolah-olah menjadikan hal tersebut excuse untuk terima nasib gitu aja, dan tidak berusaha bangkit untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik. Mindset seperti ini justru yang membatasi kita dalam belajar, berkembang, dan mengevaluasi diri untuk jadi individu yang lebih baik.
Benci sama mata pelajaran tertentu. Perasaan benci sama mata pelajaran tertentu memang menjadi salah satu masalah utama dalam belajar yang paling susah buat diatasi. Kenapa susah? Karena harus melawan ego diri sendiri untuk keluar dari zona nyaman (comfort-zone). Hal yang menyebabkan bisa benci mata pelajaran tertentu itu ada banyak. Bisa jadi sebetulnya karena tidak suka dengan cara ngajar gurunya, atau mungkin cara belajar yang salah. Bisa juga karena sugesti kalau pelajaran tersebut itu susah (prime effect), atau karena tidak bisa menangkap esensi yang menarik dibalik ilmu tersebut.
Cara belajar yang salah. Adakah para pembaca disini yang mengalami hal hal seperti: (a). Belum ngerti konsepnya secara matang, tapi udah langsung nyoba latihan soal. (b). Terpaku hanya pada 1–2 sumber. (c). Menghafal tipe soal yang pernah ditanyakan dalam ujian yang sama. (d). Belajar yaitu sibuk menghafal rumus, tahun, istilah, nama orang, dan sebagainya. Nah, kalau jawabannya iya, berarti kalian sudah menghambur-hamburkan waktu dan energi selama ini dengan metode belajar yang salah. Cara belajar yang Zen sebutkan, akan menyebabkan kita terus berorientasi pada nilai akademis sehingga ilmu yang didapatpun akan hilang tepat begitu kertas ujian dikumpulkan. Padahal kalau kita tau cara belajar yang tepat, dengan usaha yang kurang lebih sama, kita bakal dapet hasil yang jauh lebih optimal. Lalu, bagaimana cara belajar yang tepat? Zenius memiliki resep belajar yang bisa membuat ilmu melekat di otak yang bisa kita sebut deliberate practice. Deliberate practice adalah proses belajar yang bener-bener menuntut pemahaman secara mendalam untuk kemudian dilatih secara penuh untuk setiap elemen yang terkait dengan ilmu tersebut.
Semangat belajar yang tidak konsisten. Kalau sudah mengatasi masalah-masalah di atas, artinya kalian sudah memiliki persepsi dan cara pandang yang tepat dalam melihat proses belajar. Masalah terakhir tinggal mengatasi kedisiplinan. Inti dari kedisiplinan yaitu konsisten dalam mengerjakan segala sesuatu sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.
Demikian yang bisa Zen sampaikan tentang masalah utama dalam belajar. Lalu solusi nya bagaimana Zen? Tenang, Zen akan sampaikan di artikel kumparan berikutnya ya.

