Belajar Lebih Efektif dengan Teknik Pomodoro

To spark the love of learning in everyone, everywhere, to question everything
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Zenius Education tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sudah pernah dengar istilah teknik belajar pomodoro?
Teknik belajar pomodoro pertama kali dikenalkan oleh Francesco Cirillo di akhir tahun 1980. Dalam bahasa Italia, pomodoro sendiri berarti tomat. Iya, teknik ini memang berhubungan dengan tomat, kenapa?
Apa Itu Teknik Belajar Pomodoro?
Jadi, teknik belajar pomodoro muncul karena Francesco Cirillo merasa frustasi atas produktivitasnya yang rendah. Saat kuliah, waktu belajarnya juga tidak terjadwal secara rapi dan menyebabkan hasil belajarnya menurun.
Untuk mengatasi hal itu, Francesco menggunakan sebuah timer dapur berbentuk tomat untuk menghitung waktu belajarnya. Setelah belajar selama 25 menit, ada waktu istirahat sekitar 3 sampai 5 menit, di mana proses ini dilakukan berulang kali.
Sejak digunakan oleh Francesco, teknik belajar ini mulai dikenal dan dinilai sebagai cara belajar yang efektif.
Sebenarnya, pembagian waktu belajar dan istirahat dalam teknik pomodoro bertujuan untuk meningkatkan fokus dan konsentrasi. Sehingga, produktivitas bisa lebih meningkat dan memperkuat tekad seseorang untuk menyelesaikan atau mencapai tujuan pembelajaran.
Untuk menerapkan teknik belajar pomodoro, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan, diantaranya:
Menjauhkan diri dari berbagai hal yang bisa mengganggu, misalnya media sosial yang setiap saat bisa saja mengalihkan perhatian saat belajar
Menyiapkan materi atau bahan yang harus dipelajari atau diselesaikan
Menentukan dan mengatur waktu belajar
Mencoba untuk fokus selama proses belajar
Terus, bagaimana ya cara menerapkan teknik pomodoro ini?
Swift dalam bukunya berjudul Insights on Francesco Cirillo’s The Pomodoro Technique (2020) menjelaskan teknik pomodoro adalah metode manajemen waktu yang dibentuk berdasarkan gagasan bahwa sering beristirahat saat belajar bisa meningkatkan kecepatan mental otak. Teknik ini meningkatkan produktivitas dengan meminimalkan waktu yang dihabiskan pada distraksi pekerjaan.
Bukan belajar secara terus menerus, di teknik pomodoro siswa mempunyai waktu 25 menit dengan istirahat sekitar 3 sampai 5 menit dalam proses belajar yang dilakukan berulang kali. Proses belajar 25 menit ini disebut dengan jendela kerja.
Setelah paham apa saja hal yang harus diperhatikan, mari kita bahas langkah-langkah penerapan teknik pomodoro dalam proses belajar siswa.
Menyiapkan tugas yang akan dikerjakan. Bantu siswa dalam memprioritaskan materi atau tugas yang harus diselesaikan terlebih dahulu.
Mengatur waktu alarm selama 25 menit di ponsel atau alat lainnya.
Membiarkan siswa fokus belajar atau mengerjakan tugas sampai alarm berbunyi.
Setelah alarm berbunyi, minta siswa istirahat sejenak sekitar 3 sampai 5 menit.
Setelah pola 25 menit terulang sebanyak 4 kali, siswa harus beristirahat sekitar 15 sampai 30 menit.
Manfaat Teknik Belajar Pomodoro
Lewat teknik pomodoro, kita bisa berlatih untuk fokus dengan hal yang sedang dipelajari. Jadi, hasil belajar juga menjadi lebih maksimal dan waktu yang dibutuhkan untuk memahami materi jadi lebih cepat.
Tidak hanya untuk belajar, teknik pomodoro juga bisa diterapkan dalam mengerjakan tugas. Dengan fokus mengerjakan tugas, waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya juga lebih cepat karena tidak adanya gangguan atau interupsi dari hal lain.
Selain lebih efektif dan efisien, teknik pomodoro membantu kita untuk manajemen waktu sebaik mungkin, di mana kemampuan ini dibutuhkan dalam berbagai aspek dan bidang kehidupan.
Karena terbiasa untuk mengatur waktu dengan tepat dan belajar secara teratur, kemampuan kita untuk berpikir dan memproses informasi juga jadi lebih cepat. Kita akan terbiasa untuk melakukan pekerjaan di bawah tekanan tanpa merasa gelisah, karena sudah tersusun rencana-rencananya dalam pikiran.
Peneliti Staffan Noteberg dalam Pomodoro Technique Illustrated, The Easy Way to Do More in Less Time menyebutkan kalau teknik pomodoro efektif untuk menghindari berbagai macam gangguan selama belajar. Istirahat setiap 25 menit bertujuan agar siswa tidak merasa bosan saat belajar, dan waktu istirahat yang singkat disarankan agar mereka tidak melakukan hal-hal lain selain belajar yang bisa menyita waktu.
Selain mengenalkan siswa dengan teknik pomodoro, kita juga bisa bantu mereka dengan menghadirkan media belajar yang asyik. Berbagai fitur yang ada di Zenius untuk Guru (ZenRu) bisa menarik perhatian siswa dan memudahkan Bapak dan Ibu Guru dalam mengajar. Ada juga fitur penilaian yang memungkinkan kita untuk melihat langsung laporan belajar siswa setelah soal dikerjakan.
Referensi
Icebreaker, Penyemangat Belajar dari Membosankan Menjadi Rileks (2020)
The Pomodoro Technique, The Acclaimed Time-Management System That Has Transformed How We Work (2018)
Pomodoro Technique Illustrated, The Easy Way to Do More in Less Time (2009)
Insights on Francesco Cirillo’s The Pomodoro Technique (2020)
