Kepunahan Hewan: Alami, Massal, dan Ulah Manusia

To spark the love of learning in everyone, everywhere, to question everything
Tulisan dari Zenius Education tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pembaca mungkin sering mendengar beberapa spesies hewan yang terancam punah. Mungkin juga pembaca pernah didatangi oleh perwakilan suatu LSM lingkungan saat sedang jalan jalan di mall, kampus, atau tempat umum lain yang mengajak untuk mendukung kampanye perlindungan satwa langka agar tidak terancam punah.
Sebenarnya, kampanye ini tidak hanya dilakukan oleh para LSM dan aktivis pecinta lingkungan. Artis top Hollywood sekelas Leonardo DiCaprio pun pernah menyerukan pentingnya perlindungan terhadap satwa langka. Leonardo DiCaprio mengunjungi Taman Nasional Gunung Leuser di Aceh dan menentang perusahaan kelapa sawit yang telah mengganggu habitat gajah Sumatera sehingga membuat spesies ini terancam punah. Di lain kesempatan, Leo juga menyumbangkan dana $1 juta untuk konservasi gajah di Afrika.
Dalam artikel kumparan kali ini, Zenius akan menjelaskan mengenai penyebab kepunahan satwa. Artikel ini juga Zenius tulis untuk memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional yang jatuh pada hari ini.
Sebenarnya, kepunahan itu bisa diakibatkan oleh tiga hal yaitu kepunahan alami sebagai bagian dari siklus alam, kepunahan massal karena kerusakan lingkungan, dan akibat dari ulah manusia.
Contoh spesies yang mengalami kepunahan alami adalah hiu Megalodon yang hidup 23 hingga 2,6 juta tahun yang lalu. Karena ukuran tubuh yang besar, tentu hiu Megalodon butuh mangsa yang banyak untuk memenuhi kebutuhan kalori tubuhnya. Di saat yang bersamaan, ada satu spesies pesaing Megalodon yang punya menu makanan sama, yaitu moyangnya paus pembunuh, namun berukuran tubuh lebih kecil. Salah satu hipotesis ilmuwan menyatakan kalo akhirnya Megalodon kalah saing dan lama-kelamaan punah.
Dalam sejarah panjang kehidupan bumi, paling tidak ada lima peristiwa kepunahan besar-besaran yang terjadi diakibatkan karena kerusakan lingkungan:
Ordovician-Silurian Mass Extinction. Peristiwa ini terjadi sekitar 443 juta tahun yang lalu di akhir periode Ordovician dan awal periode Silurian. Kepunahan ini diperkirakan disebabkan oleh perubahan iklim.
Late Devonian Mass Extinction. Peristiwa ini terjadi sekitar 359 juta tahun yang lalu. Diduga kepunahan ini diakibatkan oleh perubahan iklim yang dipicu oleh jatuhnya meteor ke bumi.
Permian Mass Extinction. Peristiwa ini terjadi sekitar 248 juta tahun yang lalu. Penyebab kepunahan ini diduga merupakan kombinasi dari perubahan iklim, naiknya kadar metana, penurunan kadar oksigen, dan hantaman meteor.
Triassic-Jurassic Mass Extinction. Peristiwa ini terjadi sekitar 200 juta tahun yang lalu. Diperkirakan kepunahan ini disebabkan oleh perubahan iklim, aktivitas vulkanik, dan hantaman meteor.
Cretaceous-Tertiary (K-T) Mass Extinction. Peristiwa ini terjadi pada 65 Juta tahun yang lalu. Diperkirakan kepunahan reptil besar pada era ini disebabkan oleh perubahan iklim akibat aktivitas vulkanik.
Yang ketiga, kepunahan yang diakibatkan karena ulah manusia. Menurut penelitian IUCN (International Union for Conservation of Nature), manusia berkontribusi meningkatkan laju kepunahan spesies menjadi lebih dari 100 kali lipat. Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena manusia (termasuk manusia purba) merupakan spesies yang survive dengan cara aktif mengubah lingkungan.
Manusia secara aktif mengubah hutan menjadi perkebunan, rawa menjadi perkotaan, sungai menjadi bendungan, dan lain sebagainya. Dalam perubahan tersebut, jelas akan ada mahluk hidup yang tersingkirkan dari habitatnya dan mungkin akan punah. Manusia juga aktif dalam mengubah lingkungan secara global dengan menggunakan peralatan yang menghasilkan limbah atau gas buang yang dapat secara langsung berbahaya bagi lingkungan, seperti logam berat, Chloroform, dan lain-lain, atau yang dapat mempengaruhi iklim, seperti CO2, Metana, SOx dan NOx.
Jadi, begitulah penjabaran dari Zenius mengenai penyebab kepunahan hewan. Apabila pembaca ingin membaca lebih lengkap dari penyebab kepunahan hewan, peran spesies dalam ekosistem dan apa itu keystone species , pembaca dapat mengunjungi artikel lengkapnya di Zenius blog dengan mengunjungi tautan berikut.
